Tesis berjudul "Evaluation of the CO2 Trapping Mechanisms Using a Reservoir Simulation Study" oleh Muhammad Abiyyu Ramadhan Filialarya (ITB 2025) meneliti peran histeresis, yang dimodelkan menggunakan koefisien pemerangkapan Land, terhadap efisiensi pemerangkapan CO2 dalam akuifer salin Formasi Utsira.
Melalui empat skenario simulasi reservoir numerik (satu *base case* tanpa histeresis dan tiga kasus dengan variasi koefisien Land), penelitian ini menemukan hubungan positif yang kuat antara nilai koefisien Land dan jumlah CO2 yang terperangkap secara sisa (*residual trapping*). Semakin tinggi koefisien Land (yaitu, semakin kuat efek histeresis), semakin besar jumlah CO2 yang terperangkap secara sisa, yang penting untuk keamanan penyimpanan jangka panjang.
Sebaliknya, terdapat hubungan terbalik antara histeresis dan pemerangkapan terlarut (*dissolved trapping*). Histeresis mengurangi mobilitas *plume* CO2, sehingga mengurangi area kontak antara CO2 dan air formasi (brine) serta memperlambat laju disolusi. Akibatnya, *base case* (tanpa histeresis) memerangkap CO2 terlarut paling banyak, sementara kasus dengan koefisien Land tertinggi memerangkap paling sedikit. Analisis tekanan juga menunjukkan bahwa skenario dengan tekanan reservoir rata-rata akhir yang lebih tinggi menghasilkan jumlah pemerangkapan sisa dan superkritis yang lebih besar, tetapi dengan pemerangkapan terlarut yang lebih rendah.
Kesimpulannya, pemodelan histeresis yang akurat sangat krusial untuk mengestimasi keamanan penyimpanan CO2 karena secara signifikan meningkatkan pemerangkapan sisa, sebuah mekanisme dominan untuk imobilisasi CO2 jangka panjang.