Teks ini menyajikan pendahuluan penelitian yang mengkaji fenomena deindustrialisasi dini, yaitu penurunan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pengangguran, terutama di negara berkembang. Meskipun sektor manufaktur berperan strategis sebagai mesin pertumbuhan, terdapat indikasi deindustrialisasi dini di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Provinsi ini, sebagai kontributor utama manufaktur nasional, justru menunjukkan penurunan kontribusi manufaktur regional dan tingginya tingkat pengangguran di daerah pusat industrinya meski realisasi investasi juga tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor manufaktur, mengidentifikasi gejala deindustrialisasi dini di Jawa Barat, dan merumuskan rekomendasi kebijakan strategis untuk memitigasi dampaknya, dengan fokus pada data regional periode 2011-2023.