Tesis karya tulis Amelinda Dhiya Farhah (2025) dari Institut Teknologi Bandung menganalisis daur hidup (Life Cycle Assessment/LCA) rencana fasilitas TPST di Kota Cimahi untuk mengukur dampak lingkungannya. Pengelolaan sampah di Cimahi saat ini masih didominasi pengangkutan ke TPA (74,27%) dan pengurangan sampah baru mencapai 20,94%. TPST yang direncanakan akan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah 50 ton sampah/hari. Penelitian ini menggunakan metode LCA cradle-to-gate dengan unit fungsional 1 ton sampah yang diolah, dengan data diolah menggunakan software OpenLCA. Hasilnya menunjukkan potensi dampak lingkungan tertinggi adalah global warming potential (GWP). Penggunaan skid steer loader menjadi hotspot signifikan karena konsumsi solar yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan biodrying dengan teknologi aerasi untuk menangani material organik sebagai bahan baku RDF guna mengurangi penggunaan alat berat dan menekan dampak lingkungan.