Analisis kelayakan finansial proyek restorasi hutan mangrove berbasis kredit karbon yang dilakukan oleh Mahkota Mangrove Indonesia (Mangrovin) di Indramayu, Jawa Barat, menunjukkan hasil yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pemodelan keuangan seperti NPV, IRR, dan DPBP. Hasil analisis menunjukkan kelayakan finansial yang kuat dengan NPV sebesar Rp 223 miliar, IRR sebesar 29,18%, dan DPBP selama 7 tahun. Analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa WACC dan faktor pendapatan memiliki pengaruh terbesar terhadap NPV. Selain aspek finansial, penelitian ini juga menyoroti berbagai manfaat sosio-ekologis dari restorasi mangrove dan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terbaru untuk menjamin legalitas dan akses ke pasar karbon. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada literatur keuangan lingkungan dengan membuktikan bahwa proyek karbon berbasis ekosistem dapat layak secara ekonomi.