Bab pendahuluan ini menguraikan transformasi signifikan Kecamatan Jatinangor dari wilayah agraris menjadi pusat pendidikan tinggi strategis, dipicu oleh fenomena studentifikasi—sebuah bentuk gentrifikasi akibat dominasi populasi mahasiswa. Pertumbuhan populasi mahasiswa yang masif menyebabkan konversi lahan pertanian secara besar-besaran menjadi area terbangun untuk hunian dan fasilitas komersial. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk ancaman terhadap ketahanan pangan lokal, degradasi lingkungan, dan tekanan sosial-ekonomi bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan temporal perubahan penggunaan lahan pertanian di Jatinangor (1985-2023), mengkuantifikasi konversi lahan, serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan pendorongnya menggunakan analisis citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan harapan dapat memberikan rekomendasi kebijakan tata ruang yang berkelanjutan.