Penelitian ini mengembangkan model optimasi perencanaan bahan bakar (bunkering) untuk kapal tanker, bertujuan meminimalkan total biaya dengan menentukan lokasi bunkering yang optimal. Model menggunakan algoritma Mixed-Integer Linear Programming (MILP) dan mempertimbangkan faktor-faktor penentu pilihan bunkering berdasarkan studi oleh Aronietis et al. (2017). Model diuji dalam tiga skenario: perbedaan rute, kecepatan kapal, dan jumlah bahan bakar tersisa.
**Tahap 1: Identifikasi**
* **Identifikasi Masalah:** Kenaikan harga bahan bakar di Asia Tenggara berdampak pada biaya bunkering perusahaan pelayaran X, mempengaruhi harga bahan bakar, ketersediaan, dan rute. Bunkering merupakan komponen biaya variabel terbesar.
* **Studi Literatur:** Model optimasi Mixed-Integer Programming sesuai untuk merencanakan bunkering kapal tramper (kapal tanker) dengan tujuan meminimalkan total biaya.
* **Pengumpulan Data:** Data sekunder dikumpulkan, termasuk harga bahan bakar, tarif pelabuhan, dan jarak antar pelabuhan/lokasi bunkering.
* **Identifikasi Variabel:** Variabel keputusan dipengaruhi oleh harga bahan bakar, tarif pelabuhan, dan keuntungan geografis lokasi bunkering (kedekatan dengan pusat tujuan/asal muatan).
**Tahap 2: Desain dan Model Matematis**
* **Deskripsi Pembuatan Model:** Model matematis meminimalkan total biaya pelayaran dengan mempertimbangkan fluktuasi harga bahan bakar LSFO/LSMGO, ketersediaan bahan bakar, dan rute pelayaran. Kapal tanker mengirim muatan dari *Port of Loading* (POL) ke maksimal dua *Port of Discharge* (POD).
* **Perumusan Model Konseptual:** Model mencakup permasalahan, fungsi tujuan (meminimalkan total biaya), himpunan (POL, lokasi bunkering LSFO/LSMGO, POD), parameter (jarak, harga bahan bakar, tarif pelabuhan, waktu loading/unloading), batasan (frekuensi pengisian LSFO/LSMGO, pemilihan lokasi setelah POL/lokasi bunkering), dan variabel keputusan (keputusan rute).
* **Aspek Sistem:** Elemen sistem diklasifikasikan sebagai input (dapat dikendalikan/tidak, biaya tetap, harga bahan bakar, waktu pelayaran, jarak), output (biaya total), komponen (biaya loading, biaya bunkering), dan tidak relevan. *Influence diagram* menggambarkan proses transformasi komponen dalam sistem.
* **Perumusan Model Matematis:** Model mengadopsi notasi dan konsep pemodelan dari penelitian He et al. (2024). Parameter yang digunakan termasuk konsumsi bahan bakar, jarak antar pelabuhan, harga bahan bakar, dan waktu loading/unloading. *Decision variable* (variabel penentu) berupa keputusan rute dan jumlah sisa bahan bakar.
**Tahap 3: Pemodelan**
* Nilai awal variabel (konsumsi bahan bakar, *safety stock*, rute) diinisiasi.
* Model diselesaikan menggunakan metode *Mixed-Integer Programming (MIP)* dan *software* Lingo 18 berdasarkan model matematis yang telah dibuat.
**Tahap 4: Analisis dan Hasil**
* Verifikasi model dilakukan.
* Hasil optimasi dianalisis dan dievaluasi: perbandingan rute, total biaya, perbandingan dengan penelitian sebelumnya, perencanaan rute dari sisi perusahaan, analisis sensitivitas model, dan analisis terhadap kebijakan pemerintah.
* Temuan, kesimpulan, rekomendasi, dan batasan studi disajikan.
Kerangka alur penelitian mencakup identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data, identifikasi variabel, pengembangan model matematis, pemodelan, analisis hasil, serta kesimpulan dan rekomendasi. Model ini diharapkan dapat mengoptimalkan pilihan lokasi bunkering untuk meminimalkan biaya operasional kapal tanker.