Bandara Internasional Kertajati (BIJB) dibangun sebagai proyek strategis nasional untuk memperkuat konektivitas di Jawa Barat dan mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Namun, sejak diresmikan pada 2018, BIJB menghadapi masalah utilisasi yang sangat rendah, dengan jumlah penumpang dan rute penerbangan jauh di bawah target, sementara CGK dan Halim Perdana Kusuma (HLP) tetap dominan di kawasan *multiple airport region* (MAR) Jakarta dan Jawa Barat. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti pembangunan tol dan penyediaan angkutan antar moda, kondisi BIJB belum membaik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi penumpang serta maskapai dalam pemilihan bandara di MAR tersebut guna mengidentifikasi faktor-faktor penentu dan menyusun strategi berbasis data yang aplikatif demi meningkatkan daya saing dan utilitas BIJB.