Teks ini adalah Bab I (Pendahuluan) dari sebuah penelitian yang membahas strategi akuisisi pelanggan untuk Bank Atom24 di tengah persaingan ketat industri perbankan digital di Indonesia.
**Latar Belakang Industri:**
Indonesia mengalami lonjakan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech), menciptakan persaingan ketat bagi lembaga keuangan tradisional. Fintech, seperti pinjaman P2P dan sistem pembayaran digital, telah berkembang pesat berkat kesadaran digital masyarakat. Bank konvensional merespons dengan inovasi, didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui regulasi layanan keuangan tanpa kantor. Banyak bank konvensional mengakuisisi atau bertransformasi menjadi bank digital, menargetkan segmen konsumen ritel, serta populasi "unbanked" (97,74 juta jiwa) dan pengguna *smartphone* (353,8 juta koneksi aktif) di Indonesia. Strategi bank digital seringkali melibatkan integrasi produk dengan berbagai platform fintech lain.
**Profil Bank Atom24:**
Bank Atom24 Indonesia awalnya adalah bank konvensional bernama Bank Bisnis Indonesia yang didirikan pada tahun 1957. Pada tahun 2021, Kredit International Group menjadi pemegang saham mayoritas dan mengubah namanya menjadi PT Bank Atom24 Indonesia, Tbk. Aplikasi perbankan digital "Atom24" diluncurkan pada Oktober 2023 di Google Play Store dan November 2023 di App Store. Visi Atom24 adalah menjadi bank berbasis teknologi digital yang inovatif untuk segmen ritel dan UMKM. Bank ini menawarkan produk dan layanan perbankan lengkap, dengan keunggulan aplikasi yang cepat, mudah digunakan, dan fleksibel, termasuk bunga tinggi untuk rekening tabungan (6%) dan deposito (6.25-8.75%).
**Masalah Bisnis (Business Issue):**
Meskipun diluncurkan dengan fitur menarik, Bank Atom24 menghadapi tantangan besar dalam akuisisi pelanggan. Per 25 November 2024, Atom24 memiliki 453.120 pelanggan, jauh di bawah pesaing utama seperti Bank Jenius (5,8 juta), Bank Jago (12,5 juta), dan Seabank (13 juta). Kesadaran merek (brand awareness) Atom24 masih sangat rendah karena baru bertransformasi dari bank konvensional. Data menunjukkan fluktuasi dalam pendaftaran pelanggan baru, dengan puncaknya pada September 2024 (50.393 pelanggan baru).
Atom24 saat ini hanya mengandalkan pemasaran digital (melalui influencer, podcast YouTube, TikTok) dan berfokus menarik pelanggan "bernilai tinggi" (dengan saldo di atas 10 juta) melalui penawaran suku bunga tinggi 8,75%, menghindari "promo hunters". Namun, strategi ini dikritik karena membatasi jangkauan pasar (terutama demografi non-digital), menghasilkan promosi pasif yang menyebabkan minimnya unduhan aplikasi, kurangnya pemahaman pengguna, dan persepsi aplikasi yang tidak andal. Tujuan Atom24 adalah mencapai 2 juta pelanggan aktif pada tahun 2025, yang memerlukan strategi akuisisi pelanggan yang lebih efektif.
**Pertanyaan dan Tujuan Penelitian:**
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal Bank Atom24 serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan akuisisi pelanggan aplikasi *mobile banking* Atom24.
**Lingkup dan Batasan Penelitian:**
Studi ini hanya berfokus pada Atom24 dalam industri perbankan digital Indonesia, dengan batasan data rahasia perusahaan dan tidak mempertimbangkan kendala keuangan. Strategi yang dirumuskan akan melibatkan tim produk dan bisnis Bank Atom24.