Teks ini membahas tantangan yang dihadapi PLTU Tanjung Jati B akibat kesulitan memperoleh batubara berkalori tinggi. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga batubara yang signifikan, mendorong produsen lebih memilih ekspor, sehingga PLTU harus menggunakan batubara berkalori lebih rendah dari desain. Dampak utamanya adalah penurunan efisiensi boiler, pembentukan slagging dan fouling yang masif di luar zona normal, yang mengakibatkan kerusakan peralatan, dearating, force outage, serta kerugian finansial mencapai Rp 840 miliar pada tahun 2023. Untuk mengatasi masalah ini, berbagai upaya telah dilakukan, dan penelitian ini berfokus pada uji coba injeksi aditif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara langsung dua jenis kandungan aditif (rekomendasi BRIN) pada boiler unit 3 PLTU Tanjung Jati B, menganalisis dampaknya terhadap parameter operasi boiler, karakteristik mikroskopik dan kandungan mineral bottom ash, guna menemukan aditif paling efektif dan menguntungkan untuk mengurangi masalah slagging akibat penurunan kualitas batubara.