Teks ini menganalisis interaksi air tanah dan air sungai, laju infiltrasi tanah, serta kualitas air tanah di DAS Cikapundung berdasarkan data curah hujan tahun 2023 (periode kering) dan awal 2024 (periode basah singkat).
**Interaksi Air Tanah dan Air Sungai:**
* **Sesar Lembang** diidentifikasi sebagai pembatas hidrologi penting yang menyebabkan diskontinuitas aliran air tanah dan memunculkan mata air depresi.
* Pola interaksi air tanah-air permukaan terdiri dari **aliran efluen** (air tanah mengimbuh air sungai) dan **aliran influen** (air sungai mengimbuh air tanah).
* Pada periode basah 2024, muka air tanah meningkat signifikan dan mendekati muka air sungai dibandingkan periode kering 2023.
* **Zona transisi** dari aliran efluen ke influen mengalami pergeseran: dari daerah Tamansari pada periode kering 2023 ke daerah Sumur Bandung pada periode basah 2024, yang dikaitkan dengan peningkatan curah hujan. Kondisi muka air tanah di area seperti Viaduk menunjukkan bahwa lokasi tersebut tidak lagi menjadi zona transisi seperti penelitian sebelumnya, dan daerah Tamblong-Naripan berpotensi tinggi mengalami genangan saat curah hujan meningkat.
**Analisis Laju Infiltrasi Tanah:**
* Laju infiltrasi tanah bervariasi berdasarkan jenis tanah: **Andosol** cenderung lambat, **Latosol** menengah hingga cepat, dan **Aluvial** lambat.
* Perubahan penggunaan lahan (peningkatan permukiman, penurunan lahan pertanian) dan laju infiltrasi yang menurun menyebabkan **kenaikan koefisien aliran permukaan** dari sekitar 62,8% menjadi 70,8%. Peningkatan limpasan permukaan ini berkontribusi pada pergeseran zona transisi aliran efluen-influen yang terobservasi.
**Analisis Kualitas Air Tanah:**
* **Jumlah Padatan Terlarut (TDS)** air tanah dan air sungai umumnya meningkat dari hulu ke hilir, menunjukkan pengayaan zat terlarut dan mengikuti pola aliran. Peningkatan TDS juga terjadi dari periode kering ke basah, menunjukkan pengaruh infiltrasi.
* Perbedaan konsentrasi TDS antara air tanah dan air sungai mengindikasikan pola interaksi: efluen di hulu, transisi di tengah, dan influen di hilir.
* Pola penyebaran TDS dan pH dapat bersifat acak di beberapa area, menunjukkan pengaruh faktor lain seperti aktivitas manusia dan tidak selalu mengikuti arah aliran air tanah.
* **Kedalaman air tanah** berpengaruh: air tanah dangkal (