Teks ini merupakan pendahuluan penelitian mengenai pemanfaatan biji kenari (Canarium indicum L.), khususnya proteinnya.
**Latar Belakang:** Kenari merupakan tanaman asli Indonesia dengan produksi tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal, terutama proteinnya yang melimpah (sekitar 36%) pada sisa pengepresan biji (defatted pressed cake) yang selama ini hanya dijadikan pakan ternak. Melalui hidrolisis enzimatis, protein ini dapat diubah menjadi hidrolisat protein dan peptida bioaktif. Hidrolisat protein memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional (nutrasetikal), terutama karena aktivitas antioksidannya. Peptida antioksidan penting untuk melawan stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis seperti peradangan, diabetes, dan kanker.
**Identifikasi Masalah:** Penelitian ini akan mencari kondisi hidrolisis protein paling optimum untuk menghasilkan hidrolisat protein biji kenari defatted dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Selain itu, akan dikarakterisasi profil dan aktivitas antioksidan hidrolisat yang dihasilkan menggunakan enzim papain, flavourzyme, dan pepsin, serta mengidentifikasi peptida bioaktif yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan tersebut.
**Tujuan Penelitian:** Menggali potensi biji kenari defatted sebagai bahan baku hidrolisat protein berbioaktivitas antioksidan melalui hidrolisis enzimatis (menggunakan papain, flavourzyme, dan pepsin yang dioptimasi dengan Response Surface Methodology/RSM), serta mengkarakterisasi hidrolisat dan peptida bioaktif di dalamnya.
**Metodologi Penelitian:** Dimulai dengan preparasi biji kenari defatted dan ekstraksi protein. Kemudian, protein dihidrolisis secara enzimatis menggunakan papain, flavourzyme (pada pH 7), dan pepsin (pada pH 2), dengan optimasi kondisi menggunakan RSM. Hidrolisat yang dihasilkan akan dikarakterisasi (kadar protein, derajat hidrolisis, aktivitas antioksidan, SDS-PAGE). Hidrolisat dengan aktivitas antioksidan tertinggi akan dianalisis lebih lanjut meliputi asam amino, identifikasi peptida, dan analisis in silico (prediksi aktivitas antioksidan, toksisitas, alergenisitas, dan struktur 3D).
**Hipotesis:** Hidrolisat protein biji kenari yang dihasilkan secara enzimatis menggunakan ketiga enzim tersebut akan memiliki karakteristik yang berbeda. Di antara kondisi hidrolisis, akan terdapat hidrolisat dengan aktivitas antioksidan tertinggi yang mengandung peptida bioaktif antioksidan dan tidak toksik, sehingga berpotensi sebagai bahan baku nutrasetikal.
**Kebaruan dan Orisinalitas:** Penelitian ini dianggap orisinal karena belum pernah dilakukan produksi hidrolisat protein biji kenari defatted secara enzimatis dengan ketiga enzim tersebut menggunakan RSM, belum ada publikasi yang melaporkan aktivitas antioksidan dari hidrolisat ini, dan belum ada studi yang mengidentifikasi peptida bioaktif antioksidan dari sumber kenari defatted.