Teks ini membahas kekayaan geodiversitas Indonesia, khususnya warisan geologi berupa fosil, dengan fokus pada penemuan fosil hiu purba *megalodon* di Desa Gunung Sungging, Sukabumi. Penemuan tersebut awalnya memicu eksploitasi masif dan praktik jual beli oleh masyarakat, menimbulkan kekhawatiran dari pemerintah daerah, pengelola Geopark, dan Museum Geologi. Berbagai pihak kemudian berupaya mendorong konservasi, mulai dari kajian ilmiah, pembangunan museum mini oleh tokoh masyarakat, hingga usulan penetapan sebagai cagar alam geologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transisi dari eksploitasi menuju konservasi di desa tersebut, mengidentifikasi dinamika dan peran berbagai aktor yang terlibat, dengan menggunakan kerangka Multi-Level Perspective (MLP).