Tesis karya tulis Muhammad Saifussalam ini berjudul "Asesmen Performa Proteksi Saluran Transmisi pada Sistem Tenaga dengan Sumber Inverterbased Resources (IBR)". Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak integrasi IBR terhadap keandalan sistem proteksi saluran transmisi di tengah upaya pencapaian *net zero emission* melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
**Latar Belakang dan Motivasi:**
Peralihan dari generator konvensional ke sumber IBR (seperti PLTB, PLTS, BESS) mengubah karakteristik sistem tenaga listrik secara signifikan, terutama dalam hal arus gangguan. Sistem proteksi saat ini dirancang berdasarkan karakteristik generator konvensional, sehingga studi tentang dampak IBR terhadap proteksi saluran transmisi, khususnya relai *distance* dan *line current differential (LCD)*, menjadi sangat krusial.
**Metodologi Penelitian:**
Penelitian ini menggunakan simulasi *electromagnetic transient (EMT)* pada perangkat lunak DigSILENT PowerFactory 2022, dengan memodelkan IBR jenis *grid-forming inverter (GFM)* yang diintegrasikan ke dalam sistem IEEE 9-bus yang dimodifikasi. Asesmen performa relai *distance* (model GE D60) dan *LCD* (model GE L90) dilakukan melalui simulasi berbagai jenis gangguan (satu fasa ke tanah, fasa-fasa, tiga fasa) pada jarak dan resistansi gangguan yang bervariasi. Tiga skenario tingkat penetrasi IBR dievaluasi: 0% (100% generator sinkron), 66% (dua dari tiga pembangkit adalah IBR), dan 100% (seluruh pembangkit adalah IBR), baik dalam kondisi operasi normal maupun kontingensi N-1.
**Hasil dan Temuan Utama:**
1. **Karakteristik Arus Gangguan IBR:** Arus gangguan yang dihasilkan oleh IBR memiliki magnitudo yang terbatas (mendekati arus nominal) dan minimnya komponen urutan negatif, sangat berbeda dengan arus gangguan tinggi dan asimetris dari generator sinkron.
2. **Performa Relai Distance:** Penetrasi IBR memberikan pengaruh negatif yang signifikan pada performa relai *distance*. Hal ini menyebabkan permasalahan seperti *underreach* (jangkauan proteksi memendek), *overreach* (jangkauan proteksi melebar), bahkan kegagalan relai untuk bekerja. Dampak ini semakin terasa pada kondisi resistansi gangguan tinggi dan saat sistem beroperasi dalam kondisi kontingensi (N-1) yang mengakibatkan *infeed* arus gangguan yang lemah. Pada skenario 66% IBR dengan kontingensi N-1, dependabilitas relai *distance* menurun drastis menjadi hanya 56-61% kasus bekerja dengan benar.
3. **Performa Relai Line Current Differential (LCD):** Relai *LCD* menunjukkan performa yang konsisten dan andal. Kinerjanya tidak terpengaruh oleh tingkat penetrasi IBR, lokasi atau jenis gangguan, maupun resistansi gangguan. Relai *LCD* bekerja secara instan dalam semua skenario.
**Kesimpulan dan Saran:**
Berdasarkan studi ini, relai *LCD* sangat direkomendasikan untuk sistem tenaga dengan penetrasi IBR karena kinerjanya yang robust. Untuk relai *distance*, diperlukan solusi mitigasi seperti penggunaan skema *teleproteksi*, pengembangan algoritma relai yang adaptif, modifikasi algoritma kendali IBR agar karakteristik arus gangguannya lebih 'ramah' terhadap proteksi, atau penerapan skema proteksi berbasis domain waktu (*time domain protection*). Penelitian lanjutan disarankan untuk memodelkan IBR yang lebih kompleks, menguji sistem tenaga yang lebih besar dan riil, serta melakukan pengujian *hardware-in-the-loop*.