Berikut adalah ringkasan dari teks yang diberikan:
Studi oleh Muhammad Raditya Rahagi dari Institut Teknologi Bandung (2024) ini menyelidiki faktor-faktor penentu profitabilitas perbankan digital di Indonesia, yang mengalami transformasi signifikan pasca-pandemi COVID-19. Penelitian ini menganalisis dampak *Loan to Deposit Ratio* (LDR), *Non-Performing Loan* (NPL), dan *Capital Adequacy Ratio* (CAR) terhadap profitabilitas, yang diukur dengan *Return on Assets* (ROA). Data keuangan dari tahun 2021 hingga Q3 2024 dianalisis menggunakan metode *Structural Equation Modeling Partial Least Squares* (SEM-PLS).
**Temuan utama studi adalah:**
* **LDR:** Memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, menunjukkan pentingnya strategi pinjaman yang efektif untuk meningkatkan profitabilitas. Ini sesuai dengan teori bahwa semakin tinggi penyaluran kredit yang sehat, semakin tinggi pula pendapatan bunga bank.
* **NPL:** Menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA, meskipun secara teori peningkatan NPL mengurangi profitabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak NPL dapat dimoderasi oleh praktik manajemen risiko dan efisiensi modal yang diterapkan bank.
* **CAR:** Juga menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA. Ini menyiratkan bahwa meskipun rasio kecukupan modal yang lebih tinggi dapat secara teoritis meningkatkan profitabilitas, faktor ini tidak menjadi penentu utama dalam konteks studi ini, kemungkinan karena efisiensi pengelolaan modal.
**Implikasi dan Rekomendasi:**
Studi ini menekankan perlunya bank digital untuk meningkatkan kebijakan pinjaman, memperkuat mitigasi risiko, dan mengoptimalkan pemanfaatan modal guna mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Rekomendasi praktis meliputi:
1. **Mengoptimalkan LDR:** Dengan memprioritaskan penyaluran pinjaman kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta proyek-proyek, membangun kemitraan *payroll banking*, dan program hadiah/tabungan mikro dengan gamifikasi untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) berbiaya rendah (CASA).
2. **Meningkatkan Sistem Penilaian Kredit:** Memanfaatkan alat penilaian risiko berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengurangi NPL dan meningkatkan efisiensi proses kredit.
3. **Mengelola Likuiditas Secara Efektif:** Melalui pemantauan likuiditas dan uji stres yang berkelanjutan.
4. **Mendiversifikasi Sumber Pendapatan:** Dengan mengembangkan produk pinjaman yang fleksibel dan berfokus pada industri digital.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada model profitabilitas perbankan dan arahan strategis bagi pembuat kebijakan serta institusi keuangan dalam menghadapi lanskap perbankan digital yang terus berkembang di Indonesia.