Berikut ringkasan isi teks tersebut dalam kurang dari 50 kalimat:
Bab ini membahas landasan teoretis dari strategi pemasaran influencer, khususnya dalam industri kecantikan di Indonesia. Pemasaran influencer didefinisikan sebagai praktik melibatkan individu berpengaruh di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan, seringkali melalui konten bersponsor. Efektivitas strategi ini bergantung pada kemampuan influencer untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan audiens mereka. Keaslian dan keahlian influencer dalam topik yang relevan memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Pelanggan lebih cenderung percaya pada influencer yang secara tulus menggunakan dan mendukung produk.
Industri kecantikan di Indonesia adalah salah satu sektor yang berkembang pesat dan menjadi prioritas pemerintah. Pemasaran influencer menjadi faktor transformatif dalam industri ini, dengan ulasan produk di media sosial memainkan peran penting dalam keputusan pembelian konsumen. Faktor budaya, seperti sertifikasi halal, juga memengaruhi kepercayaan dan preferensi konsumen.
Proses keputusan pembelian konsumen melibatkan beberapa tahap, termasuk pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca-pembelian. Pemasaran influencer memengaruhi setiap tahap, terutama melalui ulasan produk dan perbandingan yang disediakan oleh influencer. Media sosial seperti Instagram dan TikTok sangat efektif untuk mencapai audiens yang luas dan menciptakan tren kecantikan.
Persepsi konsumen terhadap pemasaran influencer dipengaruhi oleh kredibilitas sumber, daya tarik produk, dan keahlian influencer. Studi menunjukkan bahwa dukungan influencer dapat berdampak positif pada sikap merek dan niat pembelian. Dalam konteks Indonesia, faktor budaya dan lanskap media sosial memainkan peran penting dalam membentuk persepsi konsumen terhadap pemasaran influencer.