Bab I Pendahuluan ini membahas tentang urgensi penanganan kegagalan jembatan, yang merupakan masalah serius dalam teknik sipil. Kegagalan jembatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti aeroelastic flutter (Jembatan Tacoma Narrows), kesalahan manusia (Jembatan Kutai Kartanegara), dan gempa bumi/tsunami (Jembatan Ponolele).
Indonesia, sebagai wilayah pertemuan empat lempeng tektonik utama, sangat rentan terhadap gempa bumi, sehingga probabilitas kegagalan jembatan akibat seismik menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, jembatan di daerah seismik tinggi harus dirancang dengan keandalan seismik yang memadai.
Studi ini secara khusus berfokus pada Jembatan Youtefa di Jayapura, yang terletak di zona seismik tinggi (PGA aktual diperkirakan 0,7-0,8 g, lebih besar dari PGA desain 0,63 g). Jembatan ini menggunakan Friction Pendulum System (FPS) tipe Sliding Isolation Pendulum (SIP) sebagai sistem isolasi seismik untuk mereduksi beban gempa.
**Rumusan masalah** penelitian ini adalah:
1. Pengaruh penggunaan FPS pada Jembatan Youtefa dibandingkan tanpa SIS.
2. Perbandingan perilaku dan respons struktur dengan berbagai tipe perangkat SIS.
3. Ketepatan penggunaan FPS pada Jembatan Youtefa dibandingkan tipe SIS lainnya.
**Tujuan** penelitian ini adalah menganalisis pengaruh FPS dan membandingkannya dengan tipe SIS lain pada Jembatan Youtefa, termasuk reanalisis pemodelan dengan pembebanan gempa terkini dan pembuktian ketepatan FPS berdasarkan perilaku dan respons struktur.
**Lingkup kajian** mencakup analisis jembatan utama Youtefa dengan struktur pelengkung baja, menggunakan data perencanaan 2017 dan as-built drawing 2019. Analisis dilakukan dengan metode Nonlinear Time History Analysis menggunakan beban gempa lateral, serta berfokus pada pier dan pierhead tanpa memperhitungkan interaksi tanah-struktur.