Berikut adalah ringkasan tugas akhir Reinaldi Santoso (ITB, 2024) tentang analisis kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown pada batuan sedimen dan batubara:
Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown untuk memprediksi kestabilan batuan sedimen dan batubara. Mohr-Coulomb dipilih karena kesederhanaannya, sedangkan Hoek-Brown lebih cocok untuk batuan utuh dan rekahan kompleks. Penelitian ini menggunakan data uji triaksial untuk menganalisis kedua kriteria. Data diolah menggunakan Rocscience RSData untuk membuat model grafik kriteria keruntuhan. Selanjutnya, parameter yang didapatkan diaplikasikan pada model lereng hipotetik dengan perhitungan faktor keamanan (FK) menggunakan Rocscience Slide2 (metode Bishop). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai FK yang dihasilkan oleh kriteria Mohr-Coulomb cenderung lebih besar dibandingkan dengan kriteria Hoek-Brown, meskipun menggunakan data uji triaksial yang sama. Fokus utama penelitian adalah menentukan rentang tegangan utama minor di mana kedua kriteria menghasilkan hasil yang sebanding. Penelitian ini penting untuk aplikasi teknik sipil, pertambangan, dan geoteknik.