Tesis Ricky Jaya Kusuma (NIM 25123019) di ITB, Agustus 2024, membahas pemodelan multi-skenario bahaya tanah longsor untuk menilai kerugian bangunan fasilitas kesehatan di Pulau Jawa. Pulau Jawa rentan terhadap tanah longsor, yang merupakan bencana alam paling sering terjadi di sana antara tahun 1998-2023 menurut BNPB. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan bahaya tanah longsor secara deterministik dan probabilistik, mempertimbangkan faktor-faktor seperti topografi, geologi, curah hujan, dan lainnya. Total ada 12 skenario pemodelan, dibedakan berdasarkan metode (AHP dan Frequency Ratio/FR) dan periode ulang curah hujan.
Pemodelan dimulai dengan suseptibilitas tanah longsor (LSI) menggunakan metode AHP (heuristik) dan FR (statistik). AHP menilai faktor berdasarkan opini ahli, sementara FR berdasarkan hubungan spasial data longsor historis dengan faktor-faktor pengendali. LSI kemudian digunakan sebagai input untuk pemodelan bahaya tanah longsor (LHI) bersama dengan zona runout yang dihitung menggunakan algoritma D-infinity flow direction.
Kinerja model LSI dan LHI dievaluasi dengan data historis menggunakan kurva ROC dan analisis perbandingan. Penelitian juga menilai risiko dengan menghitung kerusakan (menggunakan kurva kerapuhan) dan kerugian (mengalikan rasio kerusakan dengan nilai aset) pada bangunan fasilitas kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa metode AHP lebih baik daripada FR dalam memodelkan tanah longsor (AUC AHP: 0.8819-0.9252, AUC FR: 0.6561-0.6881). Penilaian kerugian menunjukkan potensi kerugian sebesar 1.0-2.3 triliun rupiah untuk bangunan fasilitas kesehatan di Jawa. Model ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif tentang risiko longsor, membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan untuk mitigasi bencana.