Tesis ini, ditulis oleh Muhammad Daffa Daniswara dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2024, menganalisis kelayakan strategi keuangan untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan di UD Agus Jaya, sebuah perusahaan beras yang didirikan pada tahun 1970 di Klaten, Jawa Tengah. Studi ini dilatarbelakangi oleh tantangan industri beras Indonesia, termasuk fluktuasi pasokan dan permintaan yang memengaruhi harga, yang mencapai Rp18.000 per kilogram pada tahun 2023. Banyak perusahaan beras gagal memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan pasokan, yang menyebabkan penurunan penjualan dan keuntungan.
UD Agus Jaya berupaya mengatasi masalah ini dengan memperluas operasinya dengan membangun gudang baru di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data internal perusahaan dan tolok ukur industri untuk melakukan analisis kelayakan finansial, termasuk perhitungan payback period, Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR).
Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspansi ini layak secara finansial, dengan payback period 2 tahun, NPV sebesar Rp2.260.642.028, dan IRR sebesar 43%, jauh di atas Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 7,83%. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan strategis membangun gudang baru di Jawa Barat akan meningkatkan jangkauan pasar, efisiensi operasional, dan profitabilitas UD Agus Jaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembangunan gudang baru tidak hanya layak tetapi juga krusial untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan, menegaskan bahwa investasi ini menguntungkan untuk kesuksesan jangka panjang UD Agus Jaya. Kata kunci meliputi kelayakan finansial, industri beras, ekspansi gudang, dan UD Agus Jaya.
Tesis ini juga mencakup halaman persetujuan, kata pengantar yang berisi ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung penelitian ini, daftar gambar, daftar persamaan, daftar tabel, dan daftar isi. Bab-bab berikutnya membahas introduksi, kerangka konseptual dan metodologi, eksplorasi isu bisnis dan teknologi, solusi bisnis, rencana implementasi dan kebutuhan sumber daya, serta kesimpulan dan implikasi bisnis.
Analisis SWOT mengungkapkan kekuatan UD Agus Jaya, seperti brand recognition yang kuat, beragam produk, hubungan baik dengan pemasok, dan jaringan distribusi strategis. Kelemahannya meliputi ketergantungan pada pasar regional, biaya operasional tinggi, kehadiran online terbatas, dan ketergantungan pada panen musiman. Peluang yang ada adalah ekspansi pasar, diversifikasi produk, kemajuan teknologi, dan meningkatnya permintaan beras premium. Ancamannya meliputi persaingan yang meningkat, fluktuasi ekonomi, bencana alam, dan perubahan regulasi.
Analisis TOWS menghasilkan strategi SO (Strength-Opportunity), WO (Weakness-Opportunity), ST (Strength-Threat), dan WT (Weakness-Threat). Strategi yang ditekankan adalah ekspansi pasar dengan memanfaatkan brand recognition dan produk beragam untuk memasuki pasar Jakarta dan Jawa Barat.
UD Agus Jaya saat ini berada pada Technology Readiness Level (TRL) 8, menunjukkan bahwa proses produksinya telah teruji dan divalidasi. Perusahaan perlu fokus pada peningkatan efisiensi dan skalabilitas untuk memasuki pasar baru.
Laporan keuangan UD Agus Jaya dari tahun 2010 hingga 2023 menunjukkan pertumbuhan dan fluktuasi yang tidak stabil. Pendapatan menunjukkan tren naik, tetapi mengalami penurunan signifikan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Laba bersih menunjukkan peningkatan dari tahun 2010 hingga 2023.
Analisis Fishbone mengidentifikasi akar masalah yang dihadapi UD Agus Jaya, termasuk keterbatasan modal, ketergantungan pada pemasok, siklus hidup produk yang matang, kurangnya kesadaran merek, dan kurangnya keahlian pemasaran digital. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan ketahanan finansial, efisiensi operasional, inovasi penjualan, peningkatan pemasaran, dan pengembangan sumber daya manusia.
Alternatif solusi bisnis yang dianalisis mencakup persiapan laporan keuangan pro forma, perhitungan biaya modal menggunakan WACC, studi kelayakan, dan penilaian risiko. Analisis skenario dilakukan dengan mempertimbangkan skenario pesimis, realistis, dan optimis.
Rencana implementasi mencakup strategi untuk departemen keuangan, pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan penjualan selama periode lima tahun (2025-2029), dengan menggunakan Gantt chart untuk memvisualisasikan jadwal implementasi. Kebutuhan sumber daya meliputi sumber daya keuangan, teknologi, manusia, dan operasional.
Tesis ini memberikan wawasan strategis yang berharga dan rekomendasi praktis untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan UD Agus Jaya di industri beras Indonesia yang kompetitif.