Teks ini merupakan Bab I Pendahuluan dari sebuah penelitian yang membahas dinamika organisasimandiri (self-organization) dan perencanaan transportasi di megaregion, dengan studi kasus migrasi sirkuler di Pantai Utara Jawa.
**Latar Belakang dan Pergeseran Paradigma:**
Penelitian ini beranjak dari pergeseran pandangan perencanaan dari positivisme (kebenaran universal) ke postpositivisme (kebenaran temporal, kontekstual, tidak pasti). Perencanaan modern yang kaku dan linear dianggap tidak mampu merespons dinamika perkotaan yang kompleks. Sebaliknya, teori kompleksitas melihat perencanaan sebagai sesuatu yang tidak pasti dan nonlinear, dengan konsep organisasimandiri sebagai kunci—munculnya keteraturan spontan dari interaksi lokal. Konsep ini relevan dalam menganalisis dinamika perkotaan yang adaptif dan telah berkembang dalam ilmu pengetahuan keras maupun ilmu sosial (seperti *self-governance*, *self-management*, *participatory planning*).
**Megaregion dan Tantangan Perencanaan:**
Perkembangan urbanisasi menciptakan bentuk wilayah baru seperti megaregion (jaringan pusat metropolitan yang terhubung secara fungsional dan spasial). Megaregion menimbulkan masalah pembangunan berkelanjutan seperti mobilitas tinggi, keterbatasan sumber daya, ketimpangan, dan penurunan kualitas lingkungan. Pendekatan perencanaan tradisional tidak memadai untuk dinamika megaregion yang hiperkompleks. Studi organisasimandiri saat ini cenderung fokus pada perkotaan tunggal (monosentris), bukan pada megaregion polisentris yang kompleks, padahal megaregion perlu dipahami sebagai sistem kompleks, bukan struktur sederhana.
**Studi Kasus Migrasi Sirkuler di Pantura Jawa:**
Penelitian ini memilih megaregion Pantai Utara Jawa (Pantura), wilayah perkotaan terbesar di Indonesia, sebagai studi kasus. Fenomena migrasi sirkuler (mudik) melibatkan jutaan orang dan merupakan contoh konkret organisasimandiri dalam sistem transportasi. Fenomena ini memiliki dampak positif (ekonomi, harmoni sosial) dan negatif (kemacetan, kecelakaan), yang sangat relevan untuk ditelaah.
**Masalah Penelitian dan Tujuan:**
Penelitian ini mengidentifikasi masalah bahwa studi sebelumnya cenderung memisahkan organisasimandiri dan intervensi perencanaan sebagai entitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan *interdependensi kompleks dan interaksi umpan balik dua arah* antara keduanya, menghasilkan pola yang diharapkan dan tidak diharapkan dalam konteks megaregion yang hiperkompleks.
Tujuan utama penelitian adalah **memahami dinamika organisasimandiri dan perencanaan transportasi megaregion pada kasus migrasi sirkuler Pantai Utara Jawa**. Ini dijabarkan dalam sasaran:
1. Memahami dinamika perkembangan megaregion Pantura Jawa.
2. Memahami pola organisasimandiri (diharapkan dan tidak diharapkan) pada transportasi migrasi sirkuler.
3. Memahami interaksi organisasimandiri dan intervensi perencanaan pada transportasi migrasi sirkuler megaregion.
**Manfaat dan Ruang Lingkup:**
Secara **teoritis**, penelitian ini memperluas pemahaman tentang interaksi organisasimandiri dan perencanaan, khususnya dalam konteks megaregion polisentris, mengisi celah pengetahuan tentang dinamika multiskala dan multiaktor. Secara **praktis**, penelitian ini berkontribusi pada perancangan kebijakan perencanaan yang lebih efektif, adaptif, dan kolaboratif untuk mengelola kompleksitas megaregion, serta meningkatkan koordinasi lintas teritorial.
**Ruang lingkup materi** mencakup perkembangan infrastruktur, sistem transportasi, dan tata kelola (periode 2014-2019), identifikasi pola organisasimandiri, dan interaksi antara organisasimandiri dengan perencanaan formal. **Ruang lingkup wilayah** adalah megaregion Pantai Utara Jawa (dari Merak hingga Banyuwangi).
**Desain Penelitian:**
Penelitian ini akan memetakan sistem transportasi, sistem kegiatan, dan tata kelola megaregion Pantura Jawa. Kemudian akan mengidentifikasi pola organisasimandiri yang diharapkan dan tidak diharapkan dalam transportasi migrasi sirkuler (melalui analisis pemutusan simetri, umpan balik, hasil kolektif, kerangka kerja, insentif, dan eksperimen). Terakhir, akan menganalisis interaksi antara organisasimandiri dan intervensi perencanaan untuk transportasi migrasi sirkuler megaregion.