Teks ini membahas bab pendahuluan dari sebuah penelitian mengenai sistem pengelolaan energi nasional Indonesia.
**Latar Belakang:**
Pada tahun 2019, penyediaan energi primer Indonesia didominasi energi fosil (minyak bumi 33%, batubara 31%, gas bumi 26%), dengan EBT hanya 10%. Impor energi mencapai 15,5%. Permintaan energi nasional terus meningkat dengan proyeksi mencapai 1.208 Mtoe pada 2050 (naik 5,1 kali dari 2019). Kondisi ini menuntut sistem pengelolaan energi jangka panjang yang baik untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Kebijakan Energi Nasional (KEN) mengamanatkan kemandirian energi (memanfaatkan potensi dalam negeri), ketahanan energi (ketersediaan, akses, harga terjangkau, ramah lingkungan), dan pembangunan berkelanjutan (memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan generasi mendatang, seimbang aspek ekonomi, sosial, lingkungan). Terdapat target spesifik untuk 2025 dan 2050, namun ada gap 20% antara proyeksi tanpa perubahan kebijakan (BAU) dengan target KEN pada 2050, berpotensi menyebabkan krisis energi. Selain itu, Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris dengan target emisi nol bersih setelah 2050, yang berarti transisi dari energi fosil ke energi rendah emisi atau terbarukan. Tantangan ke depan adalah mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi berbasis produktivitas dan inovasi, sekaligus memenuhi target GDP tinggi Visi Indonesia 2045, emisi nol bersih, ketahanan, kemandirian, dan SDG. Model pengelolaan energi yang ada saat ini dinilai belum mampu menganalisis keempat tujuan tersebut secara simultan dan seimbang, serta kurang memfasilitasi umpan balik antar variabel.
**Rumusan dan Batasan Masalah:**
Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah utama:
1. Mengintegrasikan indikator, target, dan waktu pencapaian yang berbeda-beda dari empat tujuan Sistem Pengelolaan Energi (SPE) (ketahanan energi, kemandirian energi, pembangunan berkelanjutan, Kesepakatan Paris) ke dalam satu konsep model.
2. Mengembangkan model untuk menganalisis pencapaian keempat tujuan SPE secara simultan dan seimbang, mengingat sistem energi Indonesia yang masih berbasis fosil harus beralih ke emisi nol bersih sambil memenuhi kebutuhan energi yang besar.
3. Merepresentasikan interaksi dan umpan balik antar variabel dalam SPE dan antar tujuan SPE (misalnya, dampak penyediaan energi terhadap PDB dan emisi) untuk mencerminkan kondisi nyata.
Batasan umum penelitian mencakup penggunaan pendekatan dinamika sistem, acuan kebijakan hingga 2022, cakupan geografis nasional, semua sektor pemanfaat energi, tahun dasar 2019, dan periode simulasi 2022-2060.
**Asumsi:**
Model ini dibuat dengan asumsi umum bahwa tidak ada perubahan ekstrem pada struktur sistem (BAU), target, dan faktor eksternal. Potensi EBT diasumsikan tidak bertambah, dan cadangan fosil mengikuti target pemerintah. Teknologi yang dilibatkan sudah sampai tahap prototipe/pilot plant.
**Tujuan Penelitian:**
Secara umum, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model berbasis dinamika sistem yang merepresentasikan sistem pengelolaan energi nasional untuk mencapai ketahanan energi, kemandirian energi, pembangunan berkelanjutan, dan Kesepakatan Paris secara simultan dan seimbang. Model ini akan digunakan untuk mensimulasikan strategi dan kebijakan energi.
**Hipotesis:**
Indonesia membutuhkan sistem pengelolaan energi yang efisien dan rendah karbon untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan dan mencapai keempat tujuan SPE secara simultan dan seimbang. Tanpa perubahan strategi, tujuan-tujuan tersebut tidak akan terjamin tercapai. Diperlukan model dengan umpan balik untuk mensimulasikan strategi ini.
**Metodologi Penelitian:**
Penelitian ini dibagi menjadi empat tahapan:
1. **Studi Sistem Eksisting:** Mengkaji sistem pengelolaan energi saat ini dan tujuan yang ingin dicapai berdasarkan literatur dan dokumen pemerintah.
2. **Identifikasi dan Konseptualisasi:** Mengidentifikasi indikator, target, dan variabel utama dari empat tujuan SPE, kemudian mengembangkan konsep model SPE yang diusulkan dalam bentuk diagram.
3. **Strategi dan Causal Loop Model:** Mengidentifikasi strategi transisi SPE dan membuat Causal Loop Model (CLM) yang menggambarkan keterkaitan variabel.
4. **Pengembangan Model, Simulasi, dan Analisis:** Menentukan skenario, mengembangkan dan memvalidasi model dinamika sistem menggunakan Vensim, kemudian melakukan simulasi dan analisis untuk melihat ketercapaian tujuan.
**Kebaruan dan Orisinalitas:**
* **Kebaruan:** Model yang dikembangkan adalah yang pertama menganalisis keempat tujuan SPE (ketahanan, kemandirian, pembangunan berkelanjutan, Kesepakatan Paris) secara *simultan dan seimbang*, serta melibatkan aspek sosial dan target emisi nol bersih. Pendekatan dinamika sistem memungkinkan fleksibilitas dalam menambahkan variabel non-teknis dan memfasilitasi umpan balik antar variabel.
* **Orisinalitas:** Model ini melakukan *analisis kondisi batas* dengan menggunakan target emisi nol bersih 2060 sebagai batasan utama untuk menjaga keseimbangan antar aspek tujuan SPE. Selain itu, pengembangan Causal Loop Diagram yang terperinci untuk mengintegrasikan 9 indikator tujuan dan 4 strategi SPE dengan variabel utama SPE secara umpan balik juga merupakan keaslian penelitian.
**Kontribusi Penelitian:**
Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan model sistem pengelolaan energi nasional yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk menganalisis dampak berbagai kebijakan dan strategi terhadap pencapaian target ketahanan energi, kemandirian energi, pembangunan berkelanjutan, dan Kesepakatan Paris secara simultan dan seimbang.