Tesis ini membahas tantangan penanganan batu bara peringkat rendah di area Coal Preparation Plant (CPP) PT. XYZ, khususnya pada proses penghancuran, pengangkutan, penimbunan, dan pengambilan kembali. Penelitian ini mengidentifikasi risiko potensial yang disebabkan oleh karakteristik unik batu bara peringkat rendah (mudah terbakar, menghasilkan debu, lengket) dan menyusun solusi proaktif untuk meminimalkan gangguan produksi. Metode yang digunakan meliputi Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk identifikasi dan prioritisasi risiko, serta Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan panduan Value-Focused Thinking (VFT) untuk menentukan solusi optimal. Tiga risiko utama yang diidentifikasi dan solusinya adalah: (1) material lengket yang menyumbat hopper dan chute, diatasi dengan pemasangan pompa booster pada sistem penyemprotan air; (2) akumulasi batu bara halus yang menyebabkan kebakaran peralatan, diatasi dengan pembersihan berkala menggunakan blower portabel atau air; (3) batu bara terbakar yang menyebabkan kebakaran di dalam terowongan, diatasi dengan pemasangan sistem pemantauan kamera termal. Hasil penelitian ini memberikan pedoman bagi pemangku kepentingan CPP untuk meningkatkan efektivitas dan meminimalkan gangguan dalam penanganan batu bara, termasuk analisis kelayakan finansial untuk setiap rekomendasi.