Studi ini menggunakan data P dan S dari rekaman gempa di 27 stasiun BMKG selama periode 2009-2017 untuk menganalisis struktur kecepatan seismik 3D di Jawa Tengah dan Timur. Lokasi gempa ditentukan menggunakan program NLLoc dengan model kecepatan AK135. Data yang digunakan meliputi 1,488 kejadian awal dengan 11,192 fase P dan S, yang kemudian diinversikan menggunakan kode Simulps12 untuk mendapatkan struktur kecepatan dan relokasi hiposenter. Resolusi model dievaluasi menggunakan uji checkerboard resolution (CRT), dengan hasil yang menunjukkan resolusi yang baik pada kedalaman 10-90 km. Hasil inversi tomografi menunjukkan anomali kecepatan rendah di sekitar kompleks vulkanik dan anomali kecepatan tinggi di bagian selatan dan utara pulau, yang berkorelasi dengan anomali gravitasi Bouguer. Keberadaan slab subduksi terlihat dengan jelas, menukik ke utara pada kedalaman 50-100 km, ditandai dengan area kecepatan tinggi dan rasio Vp/Vs rendah. Anomali kecepatan rendah dengan rasio Vp/Vs tinggi juga teramati di atas slab, menunjukkan kemungkinan zona peleburan parsial.