Bab pendahuluan ini membahas penggunaan antibiotik profilaksis dalam pembedahan sebagai strategi pencegahan infeksi awal, khususnya infeksi luka operasi (ILO) dan penyebaran infeksi sistemik, dengan penekanan pada pencapaian konsentrasi antibiotik optimal saat insisi. Meskipun memiliki keuntungan, penggunaannya perlu rasional untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat. Oleh karena itu, *Antimicrobial Stewardship Programs* dan evaluasi kualitas penggunaan antibiotik (misalnya dengan metode Gyssens) menjadi krusial untuk memastikan ketepatan indikasi, pemilihan, dosis, dan lama pemberian. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk menganalisis penggunaan antibiotik profilaksis secara kualitatif (metode Gyssens) dan kuantitatif (metode ATC/DDD), serta dampaknya terhadap kejadian ILO pada pasien bedah.