Berikut ringkasan isi teks dalam maksimal 50 kalimat:
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pengucapan vokal bahasa Jawa dan Indonesia berdasarkan frekuensi dasar (F0) dan frekuensi forman (F1-F4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengucapan kesepuluh vokal dalam kedua bahasa dapat dipetakan berdasarkan nilai frekuensi dasar dan forman. Secara konsisten, laki-laki memiliki F0 lebih rendah daripada perempuan. Rentang F0 laki-laki penutur bahasa Jawa adalah 132-143 Hz, sedangkan perempuan 235-260 Hz. Penutur bahasa Indonesia laki-laki memiliki F0 antara 122-136 Hz, dan perempuan antara 235-251 Hz.
Uji statistik menunjukkan bahwa beberapa pasangan vokal memiliki frekuensi forman yang berbeda signifikan, sementara yang lain tidak. Secara keseluruhan, 68.75% frekuensi dasar dan forman penuturan vokal pada kedua bahasa menunjukkan kemiripan, dengan perbedaan utama pada F0 untuk laki-laki dan F3 untuk perempuan. Penutur bahasa Jawa dan Indonesia menunjukkan pola forman yang sama untuk vokal yang identik. Vokal yang tidak terbedakan (i-i, e-, u-u, o-) memiliki koordinat yang tumpang tindih, mengindikasikan kemiripan pengucapan.
Frekuensi resonansi forman yang dihasilkan tidak sesuai dengan nilai teoritis tabung pipa tertutup, karena perubahan bentuk pita suara saat menghasilkan vokal yang berbeda. Nilai forman masing-masing vokal memungkinkan pemetaan pengucapan, dengan F1 dipengaruhi mulut, F2 faring, F3 rongga mulut, dan F4 bentuk bibir.
Saran untuk penelitian selanjutnya meliputi penggunaan kajian bahasa daerah yang beragam, uji statistik yang lebih variatif, parameter akustik fonetik yang lebih banyak, dan aplikasi pemetaan yang didapatkan ke teknologi pengenal ucapan dan suara untuk membantu individu dengan keterbatasan bicara. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variasi akustik fonetik pengucapan vokal dengan berbagai bahasa di Indonesia, untuk memperkaya pemahaman dan aplikasi di bidang teknologi.