Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa berbagai penelitian sebelumnya telah membahas kualitas udara multipolutan, baik menggunakan pengukuran in-situ maupun data penginderaan jauh. Penelitian-penelitian tersebut memiliki kelebihan dalam mengaitkan dampak kesehatan, analisis deret waktu, atau pemodelan spasial, namun seringkali terbatas pada visualisasi peta yang tidak lengkap, distribusi titik pengukuran yang tidak merata, atau kurangnya validasi data lapangan. Oleh karena itu, terdapat limitasi dalam penelitian sebelumnya, yaitu belum adanya analisis risiko polusi udara berdasarkan multipolutan yang secara komprehensif menggunakan data penginderaan jauh. Studi ini bertujuan untuk memodelkan multirisiko polusi udara (CO, NO2, dan SO2) di Asia Tenggara dengan mengintegrasikan data penginderaan jauh dari satelit Sentinel-5P, mempertimbangkan aspek bahaya, kerentanan, dan paparan terhadap manusia.