Berikut ringkasan teks tersebut dalam maksimal 50 kalimat:
Bab ini menyajikan hasil dan pembahasan penelitian mengenai shale Cisomang, meliputi rekapitulasi data penelitian terdahulu dan hasil pengujian terbaru. Data terdahulu mencakup properti tanah (berat jenis, persentase lanau dan lempung, batas Atterberg, klasifikasi USCS, kadar air optimum, berat volume kering maksimum, kadar air jenuh, dan permeabilitas jenuh) yang diperoleh dari pengujian oleh Muhlisah (2020). Selain itu, komposisi mineral shale (montmorillonite, illite, halloysite, quartz, calcite, albite, siderite, pyrite) juga diidentifikasi melalui uji XRD dan XRF oleh Muhlisah (2020). Data Soil Water Characteristic Curve (SWCC) dari penelitian Kamilia (2022) digunakan untuk merepresentasikan fenomena drying-wetting dan sebagai input untuk grafik 3D.
Penelitian ini melakukan uji konsolidasi dan swelling. Uji swelling menggunakan metoda A dan C, menghasilkan data persentase pengembangan, tekanan pengembangan, Pc, Cc, dan Cs. Uji konsolidasi dilakukan pada sampel CSL 3 dan CSL 4, menghasilkan data pengangkatan, penurunan, Pc, Cc, dan Cs.
Selanjutnya, dilakukan penggambaran bidang konstitutif 3D perubahan volume jenuh dan tak jenuh. Kurva fitting data konsolidasi menggunakan metoda Fredlund and Xing (1994) dilakukan untuk memperoleh persamaan matematika dan ekstrapolasi data. Data konsolidasi hasil fitting curve kemudian digabungkan dengan data SWCC. Interpolasi nonlinear digunakan untuk menyelaraskan tegangan net normal (Ua) dan isapan matric (Ua-Uw) terhadap angka pori (e). Grafik 2D bidang konstitutif digambarkan dalam skala aritmatik dan semi-logaritmik. Grafik 3D prediksi bidang konstitutif dibuat menggunakan formulasi Ho (1988) dalam skala aritmatik dan semi-logaritmik, memvisualisasikan hubungan antara tegangan, isapan matric, dan angka pori.
Proses serupa diulangi dengan parameter kadar air (w). Data konsolidasi fitting curve terhadap kadar air (w) menggunakan formulasi Fredlund and Xing (1994), kemudian diselaraskan dengan data SWCC menggunakan interpolasi nonlinear. Grafik 2D dan 3D bidang konstitutif dengan parameter kadar air (w) juga dibuat dalam skala aritmatik dan semi-logaritmik.
Sebagai tambahan, plotting grafik 3D dilakukan menggunakan software OriginLab, dengan menginput data hasil uji konsolidasi (CSL 3, CSL 4) dan swelling (SWL A5) terhadap data SWCC. Sumbu X merepresentasikan isapan matric (Ua-Uw), sumbu Y merepresentasikan tegangan net normal (Ua), dan sumbu Z merepresentasikan angka pori (e) atau kadar air (w). Visualisasi disajikan dalam skala aritmatik dan semi-logaritmik.
Terakhir, dilaporkan progres pembuatan alat uji konsolidasi mekanika tanah tak jenuh (Ko-cylinder apparatus set) berdasarkan konsep Fredlund dan Rahardjo (1996). Purwarupa fisik alat telah selesai dibuat sebagai langkah awal pengembangan. Alat ini dirancang untuk mengukur deformasi, tekanan udara, dan tekanan air pori secara langsung, sehingga seluruh variabel keadaan tegangan dapat diukur.