Teks ini menjelaskan metodologi penelitian untuk memberikan rekomendasi lokasi dan area penerapan Sistem Kontrol Lalu Lintas Adaptif (ATCS) di Kota Ambon.
**1. Pendekatan Penelitian:**
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbentuk survei dengan penalaran deduktif. Tujuannya adalah memberikan deskripsi kuantitatif tentang tren, perilaku, atau opini terkait penerapan ATCS, bergerak dari teori umum ke pengujian spesifik dengan data.
**2. Metode Analisis:**
* **Analytical Hierarchy Process (AHP):** Digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan relatif (bobot) dari kriteria dan sub-kriteria yang mempengaruhi penentuan lokasi ATCS. AHP akan dilakukan menggunakan aplikasi Expert Choice, dengan data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh para pakar di bidang ATCS (pejabat dinas perhubungan, kepolisian, dan akademisi).
* **Kriteria utama yang dianalisis meliputi:** Kinerja Jalan (hambatan samping, kecepatan kendaraan, V/C ratio), Geometrik Jalan (fungsi jalan, jumlah lengan persimpangan, tipe jalan, jumlah fase dan pergerakan, jarak menuju persimpangan terdekat), dan Tata Guna Lahan (kawasan komersial, industri, umum, permukiman).
* Proses AHP melibatkan penetapan nilai kepentingan relatif, pembuatan matriks perbandingan berpasangan, normalisasi, penghitungan bobot, dan uji konsistensi (rasio konsistensi CR harus di bawah 0,10).
* **Analisis Skoring:** Bobot kriteria dan sub-kriteria yang dihasilkan dari AHP akan digunakan dalam analisis skoring. Setiap sub-kriteria akan diberi skor (misalnya 1-5), kemudian skor tersebut dikalikan dengan bobot sub-kriteria dan bobot kriteria untuk mendapatkan skor total kelayakan bagi setiap persimpangan. Semakin tinggi skor total, semakin layak persimpangan tersebut untuk penerapan ATCS.
**3. Metode Pengumpulan Data:**
Penelitian ini menggabungkan data primer dan sekunder:
* **Data Primer:** Dikumpulkan langsung dari lapangan melalui:
* **Traffic Counting:** Dilakukan secara manual di 26 ruas jalan utama di pusat kota Ambon pada jam puncak (pagi dan sore) hari kerja, setiap 15 menit selama 2 jam, untuk mengumpulkan data volume kendaraan.
* **Survei Kecepatan Kendaraan:** Dilakukan pada ruas jalan yang sama menggunakan kendaraan ringan dan stopwatch untuk menghitung kecepatan perjalanan rata-rata.
* **Survei Jumlah Pergerakan dan Fase:** Dihitung secara manual di setiap persimpangan.
* **Survei Tata Guna Lahan:** Untuk membandingkan data sekunder dengan kondisi aktual di lapangan.
* **Data Sekunder:** Diperoleh melalui survei kelembagaan ke berbagai instansi di Kota Ambon (Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, Balai Pelaksanaan Jalan) untuk mendapatkan data geometrik jalan (fungsi jalan, tipe jalan) dan tata guna lahan.
Secara keseluruhan, metodologi ini dirancang untuk secara komprehensif mengevaluasi kelayakan lokasi ATCS di Ambon dengan mengintegrasikan pandangan ahli, karakteristik infrastruktur, dan kondisi lalu lintas serta tata guna lahan.