Teks ini menganalisis fasies mikro dan lingkungan pengendapan batugamping Oligo-Miosen di daerah Bayah dan Gunung Walat, Sukabumi. Di Bayah, penelitian mengidentifikasi 14 fasies mikro dan lima interval pengendapan yang menunjukkan transisi dari lingkungan dangkal (platform interior, batas terumbu) di barat daya ke lingkungan lebih dalam (lereng, paparan dalam) di timur laut. Batugamping Bayah memperlihatkan pengaruh vulkanik dan kontak selaras dengan batuan di bawahnya, mencirikan sistem transgresif.
Sementara itu, di Gunung Walat, delapan fasies mikro dikelompokkan menjadi empat interval pengendapan, yang juga didominasi lingkungan platform interior hingga batas terumbu, dengan interpretasi adanya 'offshore carbonate bank'. Batugamping Walat memiliki kontak tidak selaras dengan batuan di bawahnya dan minim pengaruh vulkanik internal. Perbedaan utama terletak pada keberadaan komponen vulkanik di Bayah (karena posisinya di busur magmatik) dan ketidakhadirannya di Walat (berada di tepi busur belakang), serta hubungan stratigrafi yang berbeda. Adanya siklus marine incursion dan shoaling upward di kedua lokasi mengindikasikan potensi terbentuknya porositas pelarutan yang penting untuk reservoir minyak dan gas.