Penelitian ini mengidentifikasi kondisi, tahapan, dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.
**Temuan utama penelitian ini adalah:**
1. **Kondisi Eksisting:** NTB berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui visi pariwisata kelas dunia, dukungan event internasional (MotoGP, WSBK, MXGP), dan peningkatan infrastruktur pariwisata yang selaras dengan infrastruktur transportasi. Saat ini BIZAM hanya melayani dua rute internasional (Kuala Lumpur dan Singapura) akibat pandemi COVID-19, meskipun sebelumnya pernah melayani rute yang lebih bervariasi. Jumlah penumpang internasional perlahan meningkat dan fasilitas bandara telah dikembangkan secara signifikan.
2. **Tahapan Proses:** Proses pengembangan rute penerbangan internasional di BIZAM umumnya mengikuti tahapan standar: identifikasi tujuan, riset pasar, aktivitas pengembangan rute, dan implementasi rute.
3. **Keterlibatan Pemangku Kepentingan:** Analisis jaringan menunjukkan "aktivitas pengembangan rute," "maskapai penerbangan," "bandar udara," "otoritas pariwisata," dan "identifikasi tujuan" merupakan node yang paling sentral dan berpengaruh dalam proses tersebut.
**Kesimpulan penelitian ini meliputi:**
* Proses pengembangan rute di BIZAM konsisten dengan penelitian terdahulu dan diperkuat oleh wawancara serta studi dokumentasi.
* Pemangku kepentingan utama (otoritas pariwisata, maskapai penerbangan, dan bandara) memiliki keterlibatan yang saling terhubung dalam jaringan.
* **Otoritas Pariwisata** memiliki keterlibatan paling besar dengan **Maskapai Penerbangan**, khususnya dalam tahap aktivitas pengembangan rute (pemberian insentif dan pemasaran).
* **Bandar Udara** berperan besar pada tahapan implementasi rute selaku operasional.
**Rekomendasi yang diberikan adalah:**
1. **Rekomendasi Kebijakan:**
* Perlu evaluasi kerja sama antara **Bandar Udara dan Otoritas Pariwisata** dalam pengembangan rute, karena nilai relasi keduanya masih rendah padahal merupakan pemangku kepentingan lokal yang krusial.
* Penting untuk mempertimbangkan **faktor pasar** sebagai penentu utama keberhasilan rute, tidak hanya insentif.
2. **Rekomendasi Penelitian Selanjutnya:**
* Melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas (pemerintah pusat/daerah, regulator, bandara tujuan).
* Mendetailkan informasi mengenai kemitraan kuat dan kepemimpinan bandara untuk pengembangan rute berkelanjutan.
* Meningkatkan hubungan Bandara-Otoritas Pariwisata pada tahap riset pasar dan implementasi rute, dengan mempertimbangkan juga perspektif calon penumpang.