Tugas akhir Izzatul Husna menganalisis potensi stok dan penyerapan karbon pada hutan lindung agroforestri pinus dan kopi di RPH Banjaran, dengan fokus pada petak 32A. Penelitian ini menggunakan metode non-destruktif berdasarkan SNI dan persamaan alometrik untuk mengukur stok karbon. Hasilnya menunjukkan bahwa petak 32A menyimpan sekitar 2.554,449 ton karbon (89,32 ton/ha) dengan laju penyerapan karbon maksimum 17,07 ton/tahun dan valuasi ekonomi sebesar Rp24.499.787,18 per hektar berdasarkan skema REDD. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan konservasi hutan melalui penentuan potensi cadangan stok karbon dan valuasi moneternya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.