Tesis karya Nabila Anindya Widiarini dari Institut Teknologi Bandung ini menyelidiki pengaruh persepsi soundscape terhadap pembentukan "sense of place" di perpustakaan umum. Tradisionalnya, perpustakaan diasosiasikan dengan ketenangan, namun perpustakaan modern berfungsi sebagai ruang sosial dengan beragam aktivitas, menghasilkan berbagai sumber bunyi yang memengaruhi pengalaman ruang pengguna dan "sense of place" mereka.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh persepsi subjektif soundscape dalam pembentukan "sense of place" di perpustakaan daerah. Metode yang digunakan meliputi kuantitatif (analisis korelasi dan uji t-test pada 60 responden kuesioner) dan kualitatif (observasi dan perekaman karakter fisik, tata ruang, dan tingkat tekanan bunyi). Objek penelitian utama adalah ruang koleksi umum dan "coworking space" di Perpustakaan Umum Kota Lumajang, dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan "sense of place" dipengaruhi oleh kualitas soundscape dan bervariasi di setiap ruang, bergantung pada aktivitas, tata ruang, dan fungsi ruang. Kualitas "sense of place" tidak selalu berhubungan langsung dengan nilai tingkat tekanan bunyi yang disyaratkan sebagai ideal. Responden ditemukan dipengaruhi oleh kognisi soundscape masing-masing melalui persepsi suara, aktivitas, dan tujuan penggunaan ruang. Persepsi ketenangan secara signifikan lebih tinggi di ruang koleksi umum dibandingkan "coworking space" di kedua perpustakaan.
Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung yang didominasi suara alam membentuk "sense of place dependance" dan "place effect" yang lebih baik secara keseluruhan. Sementara itu, Perpustakaan Umum Kota Lumajang, yang didominasi suara aktivitas pengguna dan mesin kopi, lebih membentuk "sense of place social bonding". Suara alam sangat disukai untuk membentuk "sense of place dependance" dan "place effect" (menciptakan suasana tenang dan relaksasi untuk fokus membaca). Di sisi lain, suara langkah kaki, percakapan, dan mesin kopi yang rendah disukai untuk membentuk "sense of place social bonding" (menciptakan suasana dinamis dan kondusif untuk kerja/belajar kelompok). Suara yang tidak disukai dan berelasi negatif dengan "sense of place" meliputi suara anak-anak pada level tinggi, kerumunan, kendaraan bermotor, dan lalu lintas.
Eksperimen komposisi soundscape di Perpustakaan Umum Kota Lumajang, menggunakan objek bunyi yang disukai, menunjukkan peningkatan signifikan pada "sense of place" dan kenyamanan, mencapai kondisi ideal seperti di perpustakaan Bandung.
Rekomendasi strategi desain untuk meningkatkan "sense of place" dan kenyamanan adalah penambahan vegetasi alami pada area terbuka serta di dalam ruang koleksi umum dan "coworking space" Perpustakaan Umum Kota Lumajang. Vegetasi ini berfungsi sebagai penghasil suara alam yang dipreferensikan dan sebagai elemen peredam suara bising yang tidak disukai.