Bab I Pendahuluan ini menjelaskan pentingnya pengembangan desa wisata sebagai pendorong ekonomi dan pembangunan masyarakat, yang terlihat dari partisipasi ribuan desa dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan prioritas pembangunan di Jawa Barat, termasuk 50 desa wisata di Kabupaten Bandung. Namun, pengembangan ini menghadapi kendala utama, yaitu kurangnya sinergitas dan koordinasi antar stakeholder, serta belum optimalnya pengelolaan paket wisata dan pemberdayaan masyarakat lokal. Studi ini secara khusus menyoroti Desa Wisata Panundaan di Kabupaten Bandung yang, meskipun memiliki potensi alam dan budaya, perkembangannya lambat akibat masalah koordinasi antar stakeholder dan ketidakaktifan kelompok pengelola. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis hubungan serta sistem koordinasi antar stakeholder di Desa Wisata Panundaan guna memberikan rekomendasi kerangka kerja kolaboratif demi mencapai desa wisata yang maju dan mandiri.