Formaldehyde releaser seperti diazolidinyl urea dan imidazolidinyl urea umum digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, meskipun berpotensi menimbulkan alergi dan bersifat karsinogenik. Peraturan BPOM mewajibkan pencantuman label peringatan jika kadar formaldehid melebihi 0,05%. Paparan formaldehid dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Oleh karena itu, pengujian kosmetik menggunakan metode analisis yang sensitif dan tervalidasi sangat penting untuk memastikan keamanan dan kualitas produk, terutama yang mengandung formaldehyde releaser. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi dan memvalidasi metode analisis formaldehid menggunakan GC-MS dan GC-FID dengan senyawa penderivatisasi asam paratoluensulfonat dalam etanol, untuk meningkatkan pengawasan post market dan melindungi konsumen.