Tesis oleh Fakhri Ihsan Ramadhan membahas masalah kemacetan di area pelabuhan, khususnya antrean truk yang panjang akibat sumber daya terminal yang tidak mencukupi dan fluktuasi kedatangan truk, terutama pada jam sibuk. Sistem Reservasi Truk (TAS) yang ada saat ini bersifat terpusat dan kaku, seringkali mengabaikan jadwal dan kepentingan perusahaan truk, sehingga menyulitkan operasional mereka.
Penelitian ini mengusulkan mekanisme negosiasi terdesentralisasi dalam TAS (disebut 'Negotiation TAS' atau NTAS) yang memungkinkan perusahaan truk untuk menyesuaikan waktu penjemputan peti kemas. Penyesuaian ini didasarkan pada estimasi waktu tunggu yang disediakan oleh operator terminal.
Menggunakan model berbasis agen dan simulasi, penelitian ini membandingkan kinerja NTAS dengan mekanisme TAS yang ada. Hasil simulasi menunjukkan bahwa NTAS menghasilkan rata-rata waktu putar balik truk yang lebih pendek (lebih efisien) terlepas dari laju kedatangan truk. Dalam hal rata-rata total biaya penjemputan, NTAS memberikan nilai yang lebih baik pada kondisi laju kedatangan truk yang tinggi. Insentif bagi perusahaan truk untuk berpartisipasi dalam negosiasi ini juga semakin tinggi pada saat jam ramai.
**Kata kunci:** sistem reservasi truk, negosiasi, permodelan berbasis agen, simulasi, operasi terminal peti kemas.