Penelitian ini menganalisis dilusi gas metana menggunakan sistem ventilasi lokal hembus di tambang batubara bawah tanah skala laboratorium, bertujuan mengatasi risiko ledakan metana. Melalui variasi jarak *duct* ke *face* dan daya kipas, studi ini menemukan bahwa jarak *duct* yang lebih dekat dan daya kipas yang lebih tinggi secara signifikan mempercepat proses dilusi metana. Kondisi optimal untuk dilusi tercepat (60 detik) tercapai pada jarak *duct* 6d dan daya kipas 20 Watt, dengan catatan adanya perbedaan signifikan antara koefisien difusi teoritis dan hasil pengujian laboratorium.