Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan dan valuasi saham PT Garuda Indonesia Tbk, yang menghadapi penurunan ekonomi tajam, kinerja finansial buruk, dan restrukturisasi utang. Menggunakan analisis rasio keuangan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN serta pendekatan valuasi diskon arus kas (DCF-FCFF) dan valuasi relatif, penelitian ini membandingkan Garuda dengan maskapai BUMN lainnya. Hasilnya menunjukkan kondisi kesehatan finansial Garuda berada pada level "kurang sehat" hingga "tidak sehat" dari 2017 hingga 2022. Valuasi intrinsik menggunakan DCF-FCFF menghasilkan nilai Rp 79 per saham, yang menunjukkan harga pasar saat ini (Rp 98) adalah *overvalued*, sementara valuasi relatif memberikan hasil yang bervariasi antara *undervalued* dan *overvalued*.