Persaingan bisnis yang ketat menuntut perusahaan untuk memiliki strategi pengiriman yang tepat waktu demi kepuasan pelanggan, namun penyimpanan produk untuk mempercepat pengiriman justru dapat meningkatkan biaya simpan dan waktu tunggu. Banyak perusahaan masih belum mengintegrasikan penjadwalan produksi dan pengiriman secara efektif, seperti kasus sebuah perusahaan tinta digital yang mengalami penumpukan biaya simpan akibat pendekatan penjadwalan maju. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integrasi penjadwalan produksi dan pengiriman *batch* untuk satu jenis item pada sistem *flow shop* tiga tahap dengan urutan mesin *batch-job-batch* yang akan dikirim serentak pada saat tenggat. Model yang diusulkan akan menggunakan pendekatan penjadwalan mundur untuk meminimalkan total biaya yang meliputi biaya simpan (baik saat proses maupun setelah selesai) dan biaya kirim, dengan mengoptimalkan jumlah dan ukuran *batch*, urutan pemrosesan, serta jumlah kendaraan yang dibutuhkan. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi efisien bagi perusahaan untuk mencapai pengiriman tepat waktu dengan biaya operasional yang minimum.