Teks ini berisi lampiran-lampiran yang mendukung suatu penelitian, mencakup perbedaan penelitian, detail model matematis, serta contoh perhitungan dan waktu komputasi untuk dua algoritma (algoritma usulan dan algoritma heuristik) dalam konteks penjadwalan produksi batch.
Berikut adalah ringkasan per bagian:
* **Lampiran A: Ilustrasi Perbedaan Penelitian Suryadhini, Dkk. 2019 dan Penelitian Usulan 2022**
Lampiran ini menampilkan perbandingan atau ilustrasi perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh Suryadhini, dkk. pada tahun 2019 dengan penelitian yang diusulkan pada tahun 2022.
* **Lampiran B: Hasil Verifikasi Satuan Model Matematis**
Bagian ini merinci model matematis yang digunakan. Ini mencakup definisi notasi, unit satuan untuk berbagai parameter (misalnya, kapasitas pemroses batch, waktu setup, waktu proses, total waktu tinggal aktual, waktu mulai pemrosesan batch, jumlah dan ukuran batch). Selain itu, lampiran ini juga menjelaskan variabel bilangan biner yang digunakan serta secara spesifik mencantumkan fungsi tujuan (iv.34) dan sejumlah besar pembatas (iv.35 hingga iv.63) yang membentuk model tersebut.
* **Lampiran C: Perhitungan Contoh Numerik dengan Algoritma Usulan**
Lampiran ini menyajikan langkah-langkah perhitungan contoh numerik menggunakan algoritma yang diusulkan. Prosesnya bersifat iteratif, dimulai dengan penetapan parameter awal, perhitungan nilai, penyelesaian model menggunakan perangkat lunak LINGO, dan pengecekan kelayakan jadwal. Jika jadwal tidak layak atau kondisi tertentu tidak terpenuhi, algoritma akan kembali ke langkah sebelumnya dengan penyesuaian parameter hingga mendapatkan hasil terbaik berupa nilai-nilai tertentu dan jadwal produksi yang dapat diilustrasikan dalam bentuk Gantt chart.
* **Lampiran D: Perhitungan Contoh Numerik dengan Algoritma Heuristik**
Lampiran ini menjelaskan perhitungan contoh numerik menggunakan algoritma heuristik secara rinci. Algoritma ini terdiri dari dua sub-algoritma utama:
1. **Sub Algoritma Pembentukan Jumlah dan Ukuran Batch Integer:** Menentukan jumlah dan ukuran batch berdasarkan parameter awal dan persamaan tertentu, memastikan kapasitas pemroses batch terpenuhi.
2. **Sub Algoritma Penentuan Urutan Batch:** Menghitung waktu pemrosesan untuk setiap batch, mengurutkannya, dan secara iteratif menentukan urutan batch terbaik dengan membandingkan nilai Total Weighted Tardiness (TWTA) dari berbagai urutan sementara di setiap tahap proses (tahap 1, tahap 2, tahap 3), hingga ditemukan urutan dengan nilai TWTA minimum sebagai jadwal akhir.
* **Lampiran E: Waktu Komputasi Contoh Numerik Algoritma Usulan**
Bagian ini menyajikan data waktu komputasi untuk contoh numerik yang diselesaikan dengan algoritma usulan. Terdapat tabel yang menunjukkan total waktu komputasi algoritma untuk berbagai jumlah item ('n'), serta rincian hasil perhitungan untuk kasus spesifik (n=9, a=3). Meskipun judul juga menyebutkan algoritma heuristik, data yang disajikan dalam kutipan ini sebagian besar berfokus pada algoritma usulan.