Teks ini mengintroduksi penelitian mengenai analisis kuantitatif risiko pipa bawah laut di perairan Laut Natuna. Latar belakangnya adalah pentingnya minyak dan gas dari ladang lepas pantai Natuna, yang memerlukan pipa bawah laut untuk distribusi. Namun, Laut Natuna merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat padat, menciptakan potensi risiko serius terhadap pipa, terutama dari tumbukan atau seretan jangkar serta tumbukan kapal karam. Penelitian sebelumnya terkait risiko pipa di Natuna masih terbatas, dan metode analisis lalu lintas kapal yang ada seringkali terlalu konservatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko kuantitatif yang lebih akurat dengan menganalisis distribusi sebaran kapal menggunakan data AIS selama lima tahun (Juni 2016-Mei 2021) melalui tiga metode (frekuensi aktual, fitting distribusi, dan simulasi Monte Carlo). Tujuan akhirnya adalah menentukan probabilitas dan konsekuensi kegagalan pipa serta tingkat risiko secara keseluruhan untuk mendukung perencanaan fasilitas migas yang lebih aman.