Teks ini merupakan Bab 1 dari sebuah penelitian, yang memperkenalkan latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup studi.
**Ringkasan Bab 1:**
**1.1 Latar Belakang Penelitian:**
Dunia mengalami globalisasi dan digitalisasi yang mengubah cara orang bekerja dan berinteraksi. Peningkatan pengguna internet global mendorong pertumbuhan bisnis digital dan munculnya berbagai platform, terutama media sosial. Media sosial telah menjadi kebiasaan sehari-hari dengan rata-rata penggunaan 2 jam 22 menit per hari, memfasilitasi transfer informasi, koneksi, dan pembuatan komunitas. Hal ini menyebabkan pergeseran dari e-commerce ke s-commerce (social commerce), yang pertama kali diperkenalkan oleh Yahoo! pada tahun 2005. S-commerce memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran untuk interaksi pengguna, ulasan produk, rekomendasi, dan peningkatan penjualan. Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna internet terbesar keempat, dengan generasi milenial dan Gen Z yang sangat aktif.
Salah satu strategi s-commerce yang populer adalah *live streaming*, yang memungkinkan interaksi *real-time* antara pembawa acara dan penonton, demonstrasi produk, serta tanya jawab langsung. Konsep ini dipopulerkan oleh e-commerce fashion Tiongkok seperti Mogujie dan Taobao (Taobao Live), terbukti efektif meningkatkan penjualan dan keterlibatan pelanggan. Platform seperti Instagram dan TikTok juga telah mengadopsi fitur ini. Di Indonesia, tren ini juga berkembang pesat, dengan peningkatan *traffic* toko dan penayangan katalog melalui *live streaming*. Industri kecantikan, fashion, dan makanan adalah kategori teratas yang terlibat dalam *live commerce*, dengan merek-merek besar menggunakan *live streaming* untuk membangun hubungan dengan pelanggan, terutama Gen Z dan milenial yang mengandalkan rekomendasi produk.
Peningkatan pengguna internet dan fitur s-commerce telah memperkuat interaktivitas dan kepercayaan pelanggan. Interaksi manusia-manusia di platform digital sangat memengaruhi efektivitas dan kepercayaan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ulasan, peringkat, dan interaksi komunitas memiliki dampak positif pada persepsi produk dan niat beli. *Live streaming* juga menciptakan nilai belanja dan meningkatkan kepercayaan pelanggan, yang mengarah pada keputusan pembelian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis dampak konstruk s-commerce terhadap kepercayaan pelanggan dan interaktivitas terhadap keterlibatan pelanggan, yang pada akhirnya memengaruhi perilaku pelanggan dalam industri kecantikan melalui s-commerce dengan metode *live streaming* di platform Instagram dan TikTok.
**1.2 Gambaran Industri:**
Industri kecantikan memiliki sejarah panjang, berkembang dari penggunaan kosmetik sejak puluhan tahun lalu hingga menjadi pasar massal pada tahun 1930-an. Berbeda dengan pemasaran tradisional yang cenderung satu arah, kemajuan teknologi mendorong penggunaan platform virtual dan peningkatan konsumsi kosmetik secara *online*. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat, dan *live streaming* menjadi teknik promosi yang efektif dalam membangun kepercayaan melalui transparansi ulasan dan demonstrasi produk. Industri kecantikan secara aktif mengadopsi *live streaming* karena dampaknya yang besar terhadap penjualan. Industri ini mencakup makeup, *skincare*, *haircare*, parfum, dan perawatan pribadi, menargetkan berbagai usia dan gender. Pasar kecantikan global mencapai US$500 miliar pada tahun 2019. Indonesia, dengan populasi besar dan penduduk muda yang *digital-savvy*, menjadi pasar yang menjanjikan, didukung oleh peran media sosial dan dorongan pemerintah untuk promosi *online*.
**1.3 Pernyataan Masalah:**
Meskipun *live streaming* terbukti meningkatkan penjualan dan memperkuat hubungan penjual-pelanggan, masih ada celah dalam penelitian sebelumnya. Penelitian terdahulu telah menganalisis hubungan antara konstruk s-commerce, interaktivitas, nilai belanja konsumen, dan keterlibatan pelanggan, namun belum secara spesifik menginvestigasi interaksi antara konstruk s-commerce yang melibatkan kepercayaan dan keterlibatan pelanggan, hubungan antara interaktivitas dan keterlibatan pelanggan, serta peran kepercayaan sebagai mediator dalam s-commerce di Indonesia melalui metode *live streaming* di industri kecantikan. Beberapa penelitian sebelumnya juga tidak fokus pada industri spesifik atau platform s-commerce seperti Instagram dan TikTok yang baru meluncurkan fitur belanja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dan memberikan kontribusi pada industri kecantikan dalam meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan pelanggan melalui s-commerce dengan metode *live streaming*.
**1.4 Pertanyaan Penelitian:**
1. Apakah konstruk s-commerce memengaruhi kepercayaan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*?
2. Bagaimana hubungan antara interaktivitas dengan keterlibatan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*?
3. Bagaimana hubungan antara nilai yang dipersepsikan, kepercayaan pelanggan, dan keterlibatan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*?
**1.5 Tujuan Penelitian:**
1. Menginvestigasi konstruk s-commerce yang mungkin memengaruhi kepercayaan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*.
2. Menganalisis hubungan antara interaktivitas dengan keterlibatan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*.
3. Menganalisis hubungan antara nilai yang dipersepsikan, kepercayaan pelanggan, dan keterlibatan pelanggan dalam s-commerce yang terintegrasi melalui *live streaming*.
**1.6 Batasan Penelitian:**
Penelitian ini dibatasi pada:
* Platform s-commerce Instagram dan TikTok.
* Negara Indonesia.
* Industri kecantikan.
* Fokus hingga kepercayaan pelanggan dan keterlibatan pelanggan sebagai indikator niat beli.
**1.7 Struktur Penulisan:**
Penelitian ini akan dibagi menjadi lima bab:
* **Bab 1:** Berisi latar belakang, pernyataan masalah, pertanyaan dan tujuan penelitian, pendekatan, metode, batasan, dan struktur penulisan.
* **Bab 2:** Berisi tinjauan literatur dari studi sebelumnya, termasuk konstruk s-commerce, interaktivitas, nilai yang dipersepsikan, kepercayaan pelanggan, keterlibatan pelanggan, serta hipotesis dan kerangka penelitian.
* **Bab 3:** Menjelaskan hasil proses data, analisis, dan solusi bisnis, termasuk metodologi, desain, pengukuran, dan analisis data.
* **Bab 4:** Berisi ringkasan temuan, kontribusi akademis, batasan studi, dan saran untuk penelitian selanjutnya.