Tinjauan pustaka ini membahas tentang sediaan tabir surya, kulit, cangkang telur, kalsium karbonat, nanopartikel, emulsi, emulgel, dan prinsip uji tahan luntur warna kain terhadap sinar matahari. Berikut ringkasannya:
1. **Sediaan Tabir Surya:** Tabir surya adalah kosmetika yang melindungi kulit dari radiasi UV dan inframerah. Efektivitasnya dipengaruhi oleh pH, jenis sediaan, keamanan, ketebalan lapisan, dan stabilitas. Tersedia dalam berbagai bentuk (anhidrous, emulsi, tanpa lemak) dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sediaan emulsi (krim dan losion) populer karena kenyamanan dan kemasan praktis.
2. **Formulasi Krim:** Krim dibuat melalui metode pelelehan atau triturasi. Stabilitas fisik emulsi (krim) dievaluasi selama penyimpanan. Ketidakstabilan (koalesen, kriming) dicegah dengan penambahan komponen tertentu.
3. **Klasifikasi Senyawa Tabir Surya:** Dibagi menjadi tabir surya fisik (memantulkan radiasi, contoh: zink oksida, titanium dioksida) dan kimia (mengabsorbsi radiasi UV, dibagi lagi menjadi UVA dan UVB absorber). Nanopartikel Zno dan Tio2 dapat berubah menjadi kombinasi tabir surya fisik dan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.
4. **Faktor Pelindung Surya (FPS):** Nilai FPS menunjukkan kemampuan sediaan melindungi kulit dari radiasi UV. Nilai yang dipersyaratkan di Indonesia adalah minimal 15. Penentuan FPS bisa dilakukan secara in vitro atau in vivo. FDA merekomendasikan 5 kategori sediaan tabir surya berdasarkan nilai FPS yang disesuaikan dengan tipe kulit.
5. **Pengaruh Ukuran Partikel terhadap FPS dan Keamanan:** Nanopartikel memiliki potensi toksik karena ukuran, kemampuan menghindari sistem imun, dan pembentukan radikal bebas. Penetrasi nanopartikel dibatasi oleh ukuran molekul.
6. **Kulit:** Lapisan pelindung tubuh yang terdiri dari epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit memiliki fungsi mencegah dehidrasi, menghambat masuknya senyawa asing, dan mempertahankan suhu tubuh.
7. **Lapisan Epidermis:** Lapisan terluar kulit yang terdiri dari stratum germinativum, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lucidum, dan stratum corneum.
8. **Lapisan Dermis:** Jaringan ikat yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin, berfungsi memberi nutrisi pada epidermis.
9. **Lapisan Hipodermis:** Lapisan terdalam yang terdiri dari jaringan adiposa.
10. **Warna Kulit:** Ditentukan oleh komposisi pigmen (karoten dan melanin) dan peredaran darah. Melanin melindungi kulit dari sinar matahari.
11. **Jenis Kulit:** Tingkat sensitivitas kulit terhadap sinar matahari berbeda berdasarkan jenis kulit.
12. **Pengaruh Sinar Matahari terhadap Kulit:** Sinar matahari memiliki efek menguntungkan dan merugikan. Radiasi UV (UVA, UVB, UVC) dapat menyebabkan kerusakan kulit, eritema, dan kanker kulit. Perlindungan alami kulit tidak cukup, sehingga diperlukan tabir surya.
13. **Cangkang Telur:** Tersusun dari kutikula, lapisan stratum, dan lapisan membran. Mengandung protein (kolagen), mineral (kalsium, strontium), dan karbohidrat (glikosaminoglikan). Dapat digunakan sebagai sumber kalsium dan suplemen kesehatan.
14. **Kalsium Karbonat:** Garam kalsium yang terdapat pada kapur, batu kapur, pualam, dan kulit telur. Dapat menetralkan asam, sehingga digunakan sebagai antasida.
15. **Nanopartikel:** Partikel berukuran 10-1000 nm. Nanopartikel dapat diperoleh melalui dua metode, yaitu metode top down dan metode bottom up.
16. **Metode Top-Down:** Mendapatkan partikel berukuran nano dengan cara memecah partikel yang ukurannya lebih besar menjadi partikel nano melalui desintegrasi partikel secara bertahap.
17. **Metode Bottom-Up:** Teknik mendapatkan partikel berukuran nanometer dengan cara melakukan konstruksi dari molekul penyusunnya.
18. **Stabilisasi Nanopartikel:** Diperlukan untuk mencegah interaksi antar partikel dengan mekanisme elektrostatik dan sterik.
19. **Karakterisasi Nanopartikel:** Meliputi ukuran dan distribusi ukuran partikel, morfologi nanopartikel, muatan permukaan partikel (zeta potensial), kelarutan jenuh, dan peningkatan kecepatan disolusi.
20. **Emulsi dan Emulgel:** Emulsi adalah sistem heterogen dua cairan yang tidak saling bercampur, distabilkan oleh emulgator. Emulgel adalah emulsi dengan viskositas ditingkatkan oleh gelling agent. Pembuatan emulsi melalui disrupsi dan stabilisasi. Emulsi dapat mengalami ketidakstabilan fisik.
21. **Prinsip Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Sinar Matahari:** Sinar matahari dapat merusak pewarna pada tekstil. Uji ini dilakukan untuk mengukur ketahanan warna kain terhadap paparan sinar matahari dengan membandingkan contoh uji dengan standar wol biru. Standar tahan luntur warna memiliki cakupan yang luas, dari standar 1 (paling cepat luntur) hingga standar 8 (paling kuat tahan luntur).