Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, mencakup pendekatan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan operasionalisasi penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, khususnya fenomenologi dan jaringan aktor, untuk memahami pengalaman hidup masyarakat Desa Mekarwangi terkait resiliensi dalam menghadapi ancaman sesar Lembang.
Penelitian kualitatif ini bersifat interpretatif dan fleksibel, memungkinkan penemuan hal baru selama studi lapangan. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk memahami hubungan manusia dan lingkungan, sementara jaringan aktor melihat interaksi antar aktor, baik manusia maupun non-manusia, dalam sistem ekologi-sosial.
Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, survei, dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, kelompok tani, LSM, dan ibu PKK. Observasi mencakup kondisi sosial, lingkungan, dan alam Desa Mekarwangi. Survei berupa angket untuk mengukur kapasitas adaptif masyarakat. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali informasi lebih detail dan akurat.
Data sekunder berupa dokumen historis, RPJMD, RPJMDes, RTRW, data ekosistem, dan peta infrastruktur. Data sekunder digunakan sebagai pendukung dan pelengkap data primer.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan analisis konten. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dan menentukan rencana aksi dalam menghadapi ancaman di masa depan. Analisis konten digunakan untuk mengelompokkan informasi dari wawancara dan survei berdasarkan kode-kode tertentu, sehingga data lebih terstruktur. Selanjutnya, dilakukan tindak lanjut analisis konten dan deskriptif menggunakan Fuzzy Set Qualitative Comparative Analysis (fsQCA) untuk meninjau komponen resiliensi Desa Mekarwangi secara visual dan mengetahui komponen yang perlu ditingkatkan. Kesimpulan ditarik berdasarkan hasil analisis dan dikaitkan dengan tujuan dan sasaran penelitian.
Operasionalisasi penelitian menjelaskan bagaimana fokus persoalan diterjemahkan ke dalam karakteristik dan variabel yang perlu dikenali di wilayah studi. Hal ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan data di lapangan dan merumuskan teknik analisis yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai tujuan kajian.
Validitas data dijaga melalui validitas semantik dan reliabilitas, dengan standar objektivitas, reliabilitas, validitas internal, validitas eksternal, dan validitas pragmatis.