Tesis ini menggunakan dua metode utama: **komputasi** dan **eksperimen**, untuk meneliti epoksidasi metil oleat.
**1. Metode Komputasi:**
* **Tujuan:** Menentukan profil reaksi epoksidasi metil oleat.
* **Metode:** Menggunakan *extended tight-binding* (GFN2-xTB) untuk perhitungan geometri, frekuensi, dan interaksi non-kovalen.
* **Perangkat Lunak:** Avogadro (penyiapan struktur awal), xTB *standalone* (optimasi geometri fasa gas dan pelarut implisit n-heksadekana), ORCA 5.0.2 (jalur reaksi dan keadaan transisi melalui metode NEB-TS dan IRC), serta Molden dan Avogadro (visualisasi).
* **Perhitungan:** Besaran termodinamika dihitung pada 323.15 K.
**2. Metode Eksperimen:**
* Dilakukan di laboratorium kimia ITB, meliputi sintesis kompleks dan uji katalitik.
* **Bahan & Peralatan:** Menggunakan berbagai bahan kimia komersial dan peralatan laboratorium standar seperti FTIR, PXRD, 1H-NMR, GC, dan neraca kerentanan magnetik.
* **Sintesis Senyawa Kompleks Vanadil(IV):**
* **Seri Diketonat:** Sintesis vanadil(IV) asetilasetonat (VO(acac)2) dan turunannya (VO(bzac)2, VO(bzbz)2, VO(bztf)2) dari V2O5.
* **Reaksi dengan TBHP:** Isolasi kompleks hasil reaksi VO(acac)2 (dan turunannya) dengan *tert*-butil hidroperoksida (TBHP), menghasilkan padatan amorf dan paramagnetik.
* **Salisiliden 2-aminotereftalat:** Sintesis vanadil(IV) salisiliden 2-aminotereftalat dari VO(acac)2, salisilaldehida, dan asam 2-aminotereftalat.
* **Karakterisasi:** Semua kompleks yang disintesis dikarakterisasi menggunakan PXRD, FTIR, dan pengukuran momen magnetik.
* **Epoksidasi Metil Oleat Terkatalisis Senyawa Kompleks Vanadil(IV):**
* **Preparasi Metil Oleat:** Disiapkan melalui esterifikasi asam oleat dengan metanol, diverifikasi dengan 1H-NMR.
* **Reaksi Epoksidasi:** Metil oleat diepoksdasi menggunakan TBHP sebagai oksidator, dikatalisis oleh senyawa kompleks vanadil(IV) yang disintesis. Kondisi reaksi (konsentrasi katalis, jumlah TBHP, waktu, dan temperatur) disaring dan dioptimasi.
* **Analisis Hasil:** Produk epoksidasi dianalisis secara kuantitatif dengan 1H-NMR (untuk menentukan angka ikatan rangkap, jumlah olefin, dan hasil epoksida) dan secara kualitatif dengan Kromatografi Gas (GC). Perbandingan juga dilakukan dengan epoksidasi konvensional menggunakan H2O2/HCOOH.