Disertasi Vienna Saraswaty (ITB, 2020) meneliti potensi kulit keras biji melinjo (Gnetum gnemon L.) sebagai antihiperurisemia melalui nanopartikel fraksi bioaktif ekstrak etanol. Hiperurisemia, kadar asam urat darah berlebih, dapat menyebabkan gout dan komplikasi penyakit lain. Ekstrak biji melinjo diketahui memiliki aktivitas farmakologis, namun aktivitas antihiperurisemia dan antioksidannya rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas tersebut dengan fraksinasi (resin adsorpsi makropori HPD600) dan nanonisasi (high energy milling) fraksi paling aktif. Hipotesisnya, fraksinasi dan nanonisasi meningkatkan aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia.
Penelitian meliputi uji aktivitas antioksidan (DPPH, ABTS, CUPRAC, FRAP), penghambatan enzim xanthine oxidase (XO) secara in vitro, dan uji in vivo pada tikus Wistar jantan yang diinduksi hiperurisemia. Karakterisasi fisikokimia nanopartikel dilakukan dengan PSA, SEM, XRD, TGA/DSC, FTIR, dan analisis total fenol. Uji toksisitas akut oral juga dilakukan. Senyawa fraksi aktif diidentifikasi dengan LC-MS/MS.
Ekstrak etanol kulit keras biji melinjo menunjukkan aktivitas antioksidan dan penghambatan XO yang signifikan. Fraksinasi meningkatkan aktivitas antioksidan 37 kali lipat dan menurunkan nilai IC50 XO. Uji in vivo mengonfirmasi penurunan kadar asam urat serum darah tikus. Nanonisasi berhasil menurunkan ukuran partikel, meningkatkan luas permukaan, dan amorfisitas. Tidak terjadi dekomposisi senyawa selama nanonisasi. Kandungan total fenol meningkat. Kecepatan pelarutan meningkat. Nanopartikel fraksi50 menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan dan penghambatan XO secara in vitro. Secara in vivo, nanopartikel menurunkan kadar asam urat lebih cepat, namun diikuti kenaikan kadar asam urat yang diduga akibat clearance yang lebih cepat (diuresis). Uji toksisitas akut oral menunjukkan ekstrak, fraksi, dan nanopartikel relatif aman. LC-MS/MS mengidentifikasi senyawa flavonoid dan fenol seperti gnetin C, trans-resveratrol, gnetol, kaempferol-3-O-rutinosida, isorhamnetin-3-O-rutinosida, gnemonosida A, dan gnemonosida D. Gnetin C, trans-resveratrol, dan kaempferol-3-O-rutinosida memiliki aktivitas penghambatan XO dan antioksidan.
Kesimpulannya, ekstrak etanol kulit keras biji melinjo merupakan sumber potensial senyawa antioksidan dan antihiperurisemia. Fraksinasi memisahkan senyawa inaktif. Nanonisasi meningkatkan kecepatan pelarutan dan efikasi. Peningkatan volume urin menunjukkan aktivitas diuresis yang mempersingkat efek antihiperurisemia. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemisahan senyawa diuretik dan optimasi ukuran partikel serta formulasi untuk aktivitas antihiperurisemia yang lebih optimal. Kata kunci: antihiperurisemia, antioksidan, diuresis, fraksi bioaktif, kulit keras biji melinjo, resin adsorpsi makropori, nanopartikel.