Teks ini membahas tinjauan pustaka untuk penelitian tentang ketangguhan kawasan pariwisata pesisir, mencakup empat konsep utama: persepsi wisatawan, *coastal tourism*, bencana alam pesisir, dan ketangguhan kawasan pariwisata, yang kemudian diintegrasikan menjadi sintesis pustaka.
1. **Persepsi Wisatawan**: Didefinisikan sebagai proses seseorang memilih, mengatur, dan menafsirkan informasi atau sensasi untuk menciptakan makna. Persepsi wisatawan adalah proses serupa untuk membentuk gambaran bermakna tentang pariwisata. Faktor yang memengaruhinya meliputi faktor internal (perasaan, sikap, kepribadian, dll.) dan eksternal (objek, informasi, pengetahuan, dll.), serta dapat diukur melalui aspek fisik dan nonfisik.
2. **Coastal Tourism (Pariwisata Pesisir)**:
* **Wisata dan Pariwisata**: Wisata adalah pergerakan sementara ke luar tempat tinggal, sementara pariwisata adalah keseluruhan hubungan dan gejala dari perjalanan untuk menikmati objek wisata tanpa maksud menetap atau mencari nafkah.
* **Daya Tarik Wisata**: Segala sesuatu yang unik, berharga, dan menjadi sasaran kunjungan.
* **Pesisir**: Kawasan peralihan darat dan laut yang dipengaruhi oleh keduanya.
* **Konsep Coastal Tourism**: Seluruh jenis pariwisata dan rekreasi yang berorientasi di zona pantai dan lepas pantai, memanfaatkan potensi alam (keanekaragaman hayati, pantai) untuk berbagai kegiatan.
* **Elemen Pariwisata (4A)**: Dijelaskan melalui Attraction (daya tarik alam, buatan, sosial budaya), Amenities (fasilitas penunjang seperti akomodasi, rumah makan, sarana dasar), Accessibility (kemudahan dan kenyamanan akses, infrastruktur, transportasi), dan Ancillary (pelayanan tambahan, sistem kelembagaan, kebijakan, peran *stakeholder*). Teks ini menyajikan tabel variabel dan indikator *coastal tourism* berdasarkan elemen 4A.
3. **Bencana Alam Pesisir (Coastal Disaster)**:
* **Bencana**: Peristiwa yang mengancam kehidupan, merusak lingkungan, harta benda, dan menimbulkan dampak psikologis.
* **Bencana Alam**: Bencana akibat peristiwa alam (gempa, tsunami, banjir, dll.).
* **Lingkup Bencana Alam Pesisir**: Meliputi *hazard* (ancaman), *vulnerability* (kerentanan), dan *capacity* (kapasitas).
* **Coastal Hazard**: Ancaman potensi kerusakan di wilayah pesisir (kenaikan muka air laut, abrasi, tsunami, badai, gempa, dll.).
* **Coastal Vulnerability (Kerentanan)**: Kondisi yang membuat suatu wilayah rentan terhadap dampak bencana. Kategorinya meliputi kerentanan lingkungan (zona genangan, abrasi), fisik (struktur bangunan, infrastruktur), sosial (jumlah penduduk, wisatawan, pengetahuan), dan ekonomi (jenis pekerjaan, kontribusi PDRB pariwisata).
* **Coastal Capacity (Kapasitas)**: Aspek positif dan sumber daya yang dapat mengurangi kerentanan, termasuk kesiapan semua elemen dalam menghadapi bencana.
* **Risiko Bencana**: Potensi kerugian akibat bencana (dihitung: Hazard x Vulnerability / Capacity). Teks ini menyajikan tabel variabel dan indikator risiko bencana alam pesisir berdasarkan persepsi wisatawan.
4. **Ketangguhan Pariwisata Pesisir (Coastal Tourism Resilience)**:
* **Ketangguhan**: Kemampuan sistem dan komunitas untuk menahan, mengakomodasi, dan pulih dari bencana secara tepat waktu dan efisien. Ini terkait erat dengan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API).
* **PRB**: Meliputi fase pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan.
* **API**: Kegiatan untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim, meningkatkan ketahanan masyarakat dan ekosistem.
* **Kerangka Ketangguhan**: Dijelaskan melalui *Coastal Community Resilience* (CCR1) yang memiliki 8 variabel, serta diperluas oleh kerangka lain seperti *Community Resilience Framework* (CRSD), CCR2, dan *Resilience Inference Measurement* (RIM).
5. **Penelitian Terdahulu**: Menguraikan relevansi penelitian sebelumnya, seperti integrasi adaptasi perubahan iklim dan PRB untuk mengukur ketangguhan (*Rohman, 2018*), kajian resiliensi kawasan pariwisata Sanur terhadap tsunami (*Farida, 2018*), dan pengaruh persepsi wisatawan terhadap minat kunjung ulang (*Sari, 2018*).
6. **Sintesis Pustaka**: Menghasilkan kerangka ketangguhan pariwisata pesisir berbasis persepsi wisatawan, yang mengintegrasikan variabel dan indikator dari berbagai model (CCR1, CRSD, CCR2, RIM, Rohman). Kerangka ini memiliki variabel utama seperti *Governance, Society & Economy, Health & Well-being, Coastal Resources & Environmental Management, Land Use & Structural Design, Disaster Risk Information & Communication, Warning & Evacuation, Emergency Response*, dan *Disaster Recovery & Build Back Better*.