Penelitian ini merupakan studi pemetaan geomorfologi detail di Peta Geologi Regional Lembar Horm. Keutapanj. Studi ini menganalisis bentang alam berdasarkan tiga faktor utama menurut Ollier: struktur (kondisi geologi dan bentuk bentang alam), proses (aspek yang sedang terjadi), dan tahapan (durasi dan tingkat perubahan bentang alam).
Metodologi penelitian melibatkan analisis citra foto udara, peta topografi, dan pola aliran sungai untuk memperoleh data geologi seperti kepadatan kontur, kemiringan lereng, pola kelurusan, bentuk bentang alam, dan pola aliran sungai. Data ini kemudian diinterpretasikan untuk memahami struktur geologi dan litologi awal, yang selanjutnya digabungkan dengan pengamatan lapangan. Hasilnya adalah pembagian area menjadi satuan-satuan geomorfologi berdasarkan klasifikasi Ollier, yang divisualisasikan dalam peta geomorfologi, peta pola aliran sungai, dan peta kemiringan lereng.
Daerah penelitian terletak di Horm. Keutapanj dengan ketinggian berkisar meter di atas permukaan laut (mdpl). Morfologi yang teramati meliputi punggung memanjang, lembahan, dataran rendah, dan perbukitan curam, yang mencerminkan perbedaan resistensi batuan terhadap proses erosi dan pelapukan. Pola kelurusan baratlaut-tenggara yang diamati dari citra SRTM diinterpretasikan sebagai arah struktur geologi utama dan bidang perlapisan batuan. Kerapatan kontur yang tinggi (rapat hingga cukup rapat) menunjukkan batuan yang resisten terhadap erosi dan pelapukan, sementara kontur yang sangat renggang mengindikasikan batuan yang tidak resisten.