Penelitian Nyai Kartika ini membahas perkembangan visual masjid-masjid kuno di wilayah Kesultanan Cirebon dari abad XV hingga XX melalui lensa sejarah sosial. Studi ini menganalisis bagaimana sejarah sosial-budaya Cirebon sebagai kota pelabuhan multikultural yang kaya akan pengaruh lokal, Hindu-Buddha, Tiongkok, Eropa, Arab, dan India, memengaruhi keberadaan, keberlanjutan, serta keragaman arsitektur dan ornamen masjid. Menggunakan metode sejarah, temuan utama penelitian ini menunjukkan kompleksitas multikulturalisme, eksklusivitas masyarakat, representasi dan resistensi terhadap perubahan, sinkretisme visual, dan periodisasi perkembangan visual pada elemen-elemen masjid di Cirebon.