Tinjauan pustaka ini membahas tentang baterai ion litium (LIB) sebagai perangkat penyimpan energi yang penting, terutama untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan. LIB dipilih karena kerapatan energi dan kestabilannya, terdiri dari katoda (LiCoO2), anoda (grafit), dan separator yang menggunakan membran polimer elektrolit padat. Membran ini harus memiliki sifat mekanik, kestabilan kimia, dan konduktivitas ion yang baik. Polimer elektrolit padat dapat berupa polimer klasik atau hibrida anorganik-organik, berasal dari polimer alam (selulosa) atau sintetik (PEO). Selulosa, polimer alam yang melimpah, dimodifikasi menjadi turunan seperti karboksimetil selulosa (CMC) dan metil selulosa (MC) untuk meningkatkan kelarutan dan kompatibilitasnya. Cairan ion (ILs) digunakan sebagai elektrolit atau pemplastis karena konduktivitas tinggi, kestabilan termal, dan jendela elektrokimia yang lebar. Sintesis bahan-bahan ini dapat dipercepat dengan metode Microwave-Assisted Organic Synthesis (MAOS). Berbagai karakterisasi seperti FTIR, NMR, PSA, EIS, uji tarik, XRD, SEM, dan TGA/DTA digunakan untuk menganalisis sifat-sifat material yang dihasilkan.