Berikut adalah ringkasan teks tersebut dalam maksimal 50 kalimat:
Penelitian Teknik Kimia II (TK4093) semester II 2018/2019 oleh Harry James Cho (13015043) dan Christian (13015050) dari ITB, dibimbing oleh Dr. Carolus Borromeus Rasrendra dan Dr. Ronny Purwadi, membahas fraksionasi biomassa lignoselulosa menggunakan sistem biphasic. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tandan kosong sawit (TKS) yang jumlahnya terus meningkat di Indonesia. TKS mengandung komponen lignoselulosa yang dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi melalui fraksionasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh sistem monophasic (satu dan dua tahap) dan biphasic terhadap perolehan selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Variasi yang diuji meliputi komposisi asam-alkohol-air (20:60:20 dan 25:50:25), temperatur operasi (140°C dan 180°C), waktu tinggal (80 menit), dan rasio cair-padat (8:1). Proses fraksionasi dilakukan dengan metode depolimerisasi selektif satu tahap dua fasa menggunakan pelarut organik hidrofobik dan katalis asam format. Sampel TKS dihaluskan, dimasukkan ke dalam reaktor, dan dipanaskan sesuai kondisi operasi. Produk hasil percobaan dikarakterisasi menggunakan prosedur NREL. Hasil menunjukkan sistem biphasic lebih unggul dari monophasic dalam perolehan komponen lignoselulosa dan kemudahan operasi. Pelarut n-butanol dengan katalis asam format memberikan hasil terbaik dalam melarutkan lignin. Komposisi pelarut varian 1 pada suhu 140°C dipilih sebagai variasi optimum berdasarkan analisis ekonomi sederhana dengan software Aspen Hysys v.10. Kata kunci meliputi sistem biphasic, organosolv, asam format, tandan kosong sawit, dan fraksionasi biomassa.